Pegawai RSUD Syekh Yusuf Mengeluh, Dituntut Layani Pasien Covid Tapi 6 Bulan Insentif Tak Dibayar

RSUD Syekh Yusuf

FAJAR.CO.ID, GOWA – Sejumlah pegawai di RSUD Syekh Yusuf, Kabupaten Gowa mengeluh. Uang insentif selama melayani pasien Covid-19 tak kunjung dibayarkan.

Itu terjadi sejak bulan Juli 2020 lalu dan dialami sekitar 10 petugas. Hal itu diungkapkan oleh salah satu petugas pemulasaran jenazah umum dan Covid-19, yang enggan namanya disebut.

Dia bilang, dana insentif bagi petugas yang menangani satu pasien positif Covid-19 senilai Rp500 ribu tak kunjung dibayar oleh pihak rumah sakit. Padahal, mereka dituntut bekerja profesional dalam menangani pasien di masa pandemi ini.

Selain itu, semua pasien yang meninggal, baik umum ataupun Covid-19, bahkan diurus oleh petugas hingga ke kamar jenazah.

“Bertugas di rumah sakit selama pandemi bulan Maret. Terima dana insentif covid (hanya) sekali. Seterusnya sampai sekarang sekitar enam bulan tak dibayarkan,” katanya, Senin (21/12/2020)

“Padahal, dua bulan terakhir ini kami menangani jenazah umum, reaktif dan positif covid 19, kasihan,” sambungnya.

Petugas yang mengalami nasib malang itu sekitar 10 orang yang bertugas di bagian pemulasaran jenazah umum dan pasien Covid-19.

Kata dia, alasan belum cairnya insentif itu karena adanya sistem pembayaran yang diubah, namun berdampak pada kesejahteraan para petugas rumah sakit.

“Puluhan tenaga honor tidak dapat dana itu. Padahal kesehariannya selalu kontak dengan pasien PDP dan positif. Apalagi semenjak adanya wabah, kami tidak tahu apakah ada pasien tersebut Masuk kategori OTG. Sementara itu sudah banyak teman kami petugas yang terpapar positif Covid-19,” tandasnya. (Ishak/fajar)

Komentar


KONTEN BERSPONSOR