Pengungsi di Manggala Butuh Obat Nyamuk

Senin, 21 Desember 2020 15:23

Sejumlah korban banjir Perumahan Manggala Permai, Jalan Bangkala Raya, Makassar butuh bantuan pemerintah.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Sejumlah korban banjir Perumahan Manggala Permai, Jalan Bangkala Raya, Makassar butuh bantuan pemerintah. Segala urusan dapur di sana belum terpenuhi.

Per Minggu, (20/12/2020) pukul 19.00 Wita, kemarin, sekitar 186 jiwa yang mengungsi di bangunan Pesantren DDI ABRAD, Manggala. Jumlah pengungsi dipastikan akan terus bertambah.

Selama mengungsi, mereka khawatir ada yang terkena penyakit Demam Berdarah (DBD). Khususnya bagi anak-anak dan bayi yang juga ikut mengungsi.

Para pengungsi takut ada yang terkena penyakit itu di musim hujan ini. Apalagi tempat pengungsiannya berada dekat dengan semak belukar.

“Kami butuh obat nyamuk. Sudah dua hari kami di sini mengungsi. Itu lagi bertambah terus. Banyak juga anak-anak di sini,” kata pengungsi, Hajrah, Senin (21/12/2020).

Selain obat nyamuk, mereka juga butuh bantuan makanan. Seperti nasi, sayur, dan ikan. Juga kebutuhan bayi seperti popok, bedak, selimut, dan lain sebagainya.

“Semuanya kita butuh bantuan pemerintah,” jelas Hajrah.

Diketahui, kondisi tanah yang rendah di Manggala Permai membuat air hujan mudah menggenang di perumahannya itu. Apalagi hujan terus mengguyur sejak hari Jumat, (18/12/2020) kemarin.

“Waktu pagi kemarin (Sabtu) juga masih 25 sentimeter. Dan saat hujan sampai sore sudah 50 sentimeter dan sekarang sudah 60 sentimeter,” kata warga, Irwan Nawir, sambil menunjuk ke air yang menggenang di depannya tadi malam.

Komentar