Rachland Nashidik Bilang Kasus Penembakan 6 Laskar FPI Bisa Dibawa ke PBB

Senin, 21 Desember 2020 16:03

Rachland Nashidik

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pendiri Perhimpunan Pendidikan Demokrasi, Rachland Nashidik menilai kasus tewasnya enam anggota Front Pembela Islam (FPI) bisa dilaporkan ke Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB).

Sebab, tragedi di Jalan Tol Jakarta-Cikampek pada Senin (6/12) dini hari itu diduga telah melanggar Hak Asasi Manusia (HAM).

Kendati demikian, kata aktivis hak asasi manusia itu, pelaporan tersebut tak bisa semana-mena dilayangkan, harus berdasarkan bukti kuat diarahkan kepada PBB.

Demikian disampaikan Rachland melalui akun Twitter @RachlanNashidik yang dikutip Pojoksatu.id, Senin (21/12/2020).

“Bila ada bukti kuat, sekali lagi bila ada bukti kuat, 6 warga sipil yang ditembak mati itu mengalami penyiksaan, hal tersebut bisa dilaporkan pada sidang Komisi HAM PBB di Geneva, RI sudah meratifikasi Convention against Torture melalui UU No.5 tahun 1998,” ujarnya.

Meski begitu, Rachland menurutkan kasus pengawal Habib Rizieq Shihab itu tak bisa dilaporkan secara individu.

Namun, pelaporannya tidak bisa secara individu. Sebab, warga Negara Indonesia tidak bisa melakukan individual complaint pada Komite HAM PBB di New York. Kenapa?

Sebab, lanjutnya, ratifikasi RI atas International Covenant on Civil and Political Rights tak meliputi optional protocol pertama kovenan mengatur hak setiap orang untuk mengadu.

Menurutnya Sidang Komisi HAM PBB di Geneva juga tidak biaa menerima individual complaint.

Komentar