Staf Kedubes Jerman Sambangi Markas FPI Petamburan, TB Hasanuddin Respons Begini

Senin, 21 Desember 2020 11:25

Kedubes Jerman sambangi Sekretariat FPI di Petamburan (rmol)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Langkah staf Kedutaan Besar Jerman yang mengunjungi markas Front Pembela Islam (FPI) di kawasan kawasan Petamburan, Jakarta Pusat, disesalkan Mayjen TNI (purn) TB Hasanuddin.

Menurut anggota Komisi I DPR RI ini, seharusnya Jerman menghormati dan memiliki etika dalam berdiplomasi.

“Saya mendapat informasi adanya kunjungan staf Kedubes Jerman mendatangi markas FPI. Negara dalam hal ini Kementerian Luar Negeri harus protes keras dan menyerukan pihak Kedubes mengikuti aturan internasional agar tidak ikut campur urusan dalam negeri sekecil apa pun. Itu etika berdiplomasi secara sopan dan beretika,” tegas Hasanuddin saat dihubungi, Senin (21/12).

Dia mengapresiasi sikap Kemenlu RI yang langsung memanggil Kepala Perwakilan Kedutaan Jerman di Jakarta untuk meminta klarifikasi atas tindakan tersebut.

Menurutnya, sudah semestinya Kemenlu RI menuntut agar Kedutaan Besar Jerman memberikan pernyataan resmi kepada publik. Memang, kata Hasanuddin, sudah ada penjelasan dari Kedubes Jerman bahwa tidak ada dukungan terhadap ormas tertentu di Indonesia dan berkomitmen untuk bersama melawan intoleransi, radikalisme, dan ujaran kebencian.

“Namun, harus ditekankan tindakan Kedubes asing di Indonesia itu harus dikoordinasikan dengan kementerian terkait. Jangan sampai ada udang di balik batu,” tegas politikus PDI Perjuangan ini.

Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman sebelumnya mengklaim didatangi perwakilan Kedutaan Besar (Kedubes) Jerman.

Munarman mengirimkan dua foto yang menurutnya perwakilan Kedubes Jerman.

Foto pertama yakni dua orang bule memasuki Kantor Sekretariat FPI di Jalan Petamburan III. Sementara, foto kedua menampilkan sebuah mobil dengan pelat nomor berlatar putih yang biasa dipakai perwakilan para kedutaan besar negara sahabat di Indonesia.

Namun, foto tersebut tidak jelas menunjukan nomor pelat mobil.

Atas kejadian ini, Kepala Perwakilan Kedubes Jerman sampaikan permintaan maaf dan penyesalannya atas kejadian tersebut. Kepala Perwakilan Kedubes Jerman juga menyangkal isi berbagai pernyataan yang disampaikan salah satu pimpinan ormas dimaksud.

Pihaknya memastikan insiden tersebut tidak mencerminkan kebijakan pemerintah dan Kedutaan Besar Jerman. Juga menolak tegas kesan bahwa kedatangan staf kedutaan tersebut sebagai bentuk dukungan Jerman kepada organisasi tersebut. (jpnn/fajar)

Komentar