Wacana Masa Jabatan Presiden 3 Periode, Refly Harun Bilang INi

Senin, 21 Desember 2020 10:32

Refly Harun (Istimewa)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Pakar hukum tata negara, Refly Harun menanggapi wacana masa jabatan 3 periode yang sempat diusulkan Ketua DPR RI, Puan Maharani untuk dikaji di Komisi II.

Refly Harun memiliki pandangan berbeda dengan apa yang berlaku saat ini, yaitu masa jabatan presiden dua periode berturut-turut.

“Saya menganggap masa jabatan Presiden Jokowi itu tidak efektif,” ucap Refly Harun dalam video berjudul “ENG ING ENG!! MASA JABATAN PRESIDEN JADI TIGA PERIODE!!” yang disiarkan chanel YouTube Refly Harun, Senin (21/12).

Refly Harun menyebut periode pertama Jokowi tidak efektif karena tidak ful lima tahun menjalankan pemerintahan.

“Enam bulan pertama itu adjustment (pengaturan). Lalu bekerja selama 2,5 tahun, tapi 2 tahun terakhir sudah persiapan untuk Pilpres agar terpilih kembali,” ujar Refly.

Menurut Refly, karena tahapan pemilu dan Pilpres cukup panjang, maka program pembangunan malah ditujukan untuk mem-back-up incumbent agar bisa terpilih kembali.

“Yang kita lihat adalah mulai program-program pembangunan dan lain sebagainya ditujukan untuk mem-back-up, seorang presiden, seorang incumbent agar tepilih kembali. Dan memang iya, termasuk juga misalnya mempertahankan aturan-aturan yang membelenggu demokrasi, yaitu presidential threshold,” kata Refly.

Presidential threshold adalah ambang batas perolehan suara yang harus diperoleh oleh partai politik dalam suatu pemilu untuk dapat mengajukan calon presiden.

Komentar