Budiman Sudjatmiko ke UAS: Jadi Tokoh Jangan Sembarangan Mengeluarkan Pernyataan

Selasa, 22 Desember 2020 21:23

Budiman Sudjatmiko

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Politisi PDI Perjuangan, Budiman Sudjatmiko mengomentari ceramah da’i kondang Ustaz Abdul Somad (UAS) pada tahun 2018 lalu terkait hukum Islam merayakan tahun baru. Mantan Anggota DPR RI kontra dengan apa yang disampaikan UAS.

Video ceramah UAS yang kembali viral jelang perayaan tahun baru itu disebutkan bahwa terompet-terompet untuk menyambut kedatangan tahun baru adalah tradisi Yahudi. Di perjanjian lama itu ditiuplah terompet dari tanduk kepala kerbau. Maka, pesan UAS, jangan kasih anak-anak muslim meniup terompet karena itu bukan tradisi umat Islam.

Budiman kemudian mencoba meluruskan, bahwa bedug yang ditabuh sebelum azan juga asal muasalnya dari tradisi Buddhisme dan agama-agama timur lainnya.

“Bedug yang ditabuh itu juga tradisi Buddhisme & agama-agama timur lainnya. BTW Tahun Baru Yahudi itu bukan 1 Januari. Mereka punya sendiri, namanya Rosh Hashanah. Oh ya sunat itu juga tradisi Yahudi. Juga tak makan daging babi,” cuit Budiman di laman Twitter pribadinya, Senin (21/12/2020).

Ia lalu menyerukan kepada netizen bahwa tak berilmu di era media sosial sungguh ironi dan berbahaya. Dulu ketidaktahuan mungkin cuma berdampak di keluarga atau lingkungan terbatas, tapi di era medsos justru berdampak luas. Hati-hati, katanya.

“Jangankan niat jahat tanpa ilmu, niat baik tanpa ilmu pun bisa menimbulkan petaka. Terlebih di era media sosial. Tapi era medsos juga memberimu kesempatan belajar seluas-luasnya & mengerti sedalam-dalamnya. Gratis pula. Asal mau. Kecuali situ tidak tahu malu,” ketus Budiman.

Dulu, lanjut mantan aktivis 98 itu menjelaskan, hanya jadi bodoh yang gratis. Sekarang jadi pintar pun bisa gratis kok. Jadi tokoh jangan sembarangan mengeluarkan pernyataan. ‘Kebenaran’ tak lagi berasal dari satu mimbar tempatmu berdiri.

“Hanya karena kamu yang berdiri di atas mimbar bukan berati kamu selalu benar. Turun & duduklah dalam lingkaran & bertukar pikiran. Di sini kita bisa sama-sama mengenali kebenaran dalam busana kebaikan,” tegasnya lugas. (endra/fajar)

Bagikan berita ini:
10
6
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar