Empat Pejabat Tinggi di Jajaran Polda Sulsel Dimutasi

Selasa, 22 Desember 2020 19:54

Kombes Pol Ibrahim Tompo.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Jajaran aparat kepolisian di Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) terkena mutasi. Pergeseran jabatan itu berdasarkan surat Telegram (TR) yang beredar di kalangan polisi dan jurnalis.

TR yang beredar itu diketahui ada dua. Satu di antaranya dengan nomor ST /3488/XII/KEP./2020. Isi TR itu tertera nama Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Ibrahim Tompo yang dimutasi ke bagian Analis Kebijakan Madya Bidang Penmas Divhumas Polri (dalam rangka Lemhanas).

Dia digantikan oleh Kombes Pol Sulpan sebagai Kabid Humas Polda Sulsel yang baru. Kombes Sulpan sebelumnya menjabat sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Penmas Divhumas Polri.

Selama menjadi Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Ibrahim adalah pejabat yang paling sering dicari-cari oleh awak media, dalam hal konfirmasi di segala kasus yang terjadi di tanah Sulsel ini.

Termasuk dalam hal konfirmasi adanya mutasi di jajaran Polda Sulsel dan namanya pun tertera dalam TR tersebut.

“Benar. Empat pejabat dimutasi,” singkat Ibrahim, saat dikonfirmasi Selasa (22/12/2020).

Selain dia, juga ada Karo SDM, Kombes Anang Pudjijanto. Dia dimutasi jadi Analis Kebijakan Madya Bidang Watpres SSDM Polri (dalam rangka Lemhanas).

Dia digantikan oleh Kombes I Ketut Yudha Karyana, yang sebelumnya menjabat sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Provos Divpropam Polri.

Sementara di TR kedua dengan nomor ST /3489/XII/KEP./2020, ada nama Dirpolairud Polda Sulsel, Kombes Pol Hery Wiyanto ditunjuk menjadi Kasubdit Bindalmas Ditsamapta Korsabhara Baharkam Polri.

Penggantinya adalah Kombes Pol Supeno, yang sebelumnya dia menjabat sebagai Dirpolairud Polda Gorontalo.

Pejabat terakhir, Karo Log Polda Sulsel, Kombes Pol Mukhlis ditunjuk jadi Karo Log Polda Sumatera Selatan (Sumsel).

Dia digantikan oleh Kombes Dian Harianto, sebelumnya menjabat Kabagminpers PPNS Rokorwas PPNS Bareskrim Polri.

Sekadar diketahui pula, Kombes Hery Wiyanto juga adalah orang yang paling dicari oleh awak media dalam hal konfirmasi atas polemik antara nelayan Pulau Kondingareng dengan PT Boskalis.

Kedua belah pihak ini bersitegang. Kehadiran PT Boskalis sebagai perusahaan penambang pasir asal Belanda, membuat hasil tangkapan ikan laut bagi para nelayan menjadi berkurang.

Perwira tiga melati ini pun jadi orang menengah dan yang paling dicari awak media, bahwa izin operasi PT Boskalis memang ada dan tidak merugikan siapapun. Termasuk para nelayan. (ishak/fajar)

Bagikan berita ini:
9
7
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar