Merayakan Tahun Baru Bukan Tradisi Islam, UAS: Jangan Ikut, Kalau Perlu Minum Antimo Biar Tidur

Selasa, 22 Desember 2020 11:43

Ustaz Abdul Somad-jawa pos

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Gonjang-ganjing perdebatan merayakan malam pergantian tahun baru bagi umat Islam hampir di tiap penghujung tahun tersaji di depan mata. Pro dan kontra tak terhindarkan.

Yang selalu menyeruak dan diperbincangkan khalayak adalah ceramah sang da’i kondang Ustaz Abdul Somad alias UAS pada tahun 2018 lalu terkait hukum Islam merayakan tahun baru.

Dikutip dari kanal Youtube Dakwah Cyber, UAS menyampaikan, merayakan tahun baru masehi bukan tradisi Islam. Sehingga, umat muslim disarankan jangan ikut-ikutan melakukannya.

Pesan itu muncul ketika UAS membaca secarik kertas pertanyaan dari jemaah yang berbunyi, ‘Ustaz, bagaimana jika kita merayakan tahun baru dengan menyalakan kembang api dan bakar ayam?’

UAS lantas menjawabnya, bahwa meniup terompet di malam tahun baru adalah tradisi orang Yahudi. Maka ia berpesan jangan memberi anak-anak muslim terompet sebagai simbol perayaan malam tahun baru.

“Maka tiuplah terompet-terompet untuk menyambut kedatangan tahun baru dalam tradisi Yahudi di perjanjian lama. Itu ditiuplah terompet dari tanduk kepala kerbau. Maka, jangan kasih anak-anak kita meniup terompet,” papar UAS dalam video bertajuk ‘Tanya Jawab Ust. Abdul Somad – Hukum Merayakan Tahun Baru’, dikutip pada Selasa (22/12/2020).

Ia menyarankan, sebaiknya umat muslim di malam 31 Desember menggelar muhasabah dan tabligh akbar di masjid-masjid. Undang penceramah. Kalau perlu hingga dini hari.

“Tanggal 31 Desember, malam tahun baru, masjid buat tabligh akbar. Undang ustaz atau pendakwah. Jam 10 hingga jam 11 malam, muhasabah. Jam 12 hingga jam 1 pagi. Terus, terus. Jangan sampai ada yang merayakan tahun baru,” ucapnya lagi

“Anak-anak muda yang tidak datang muhasabah ke masjid, tidur. Abis isya, tidur. Kalau tidak bisa, minum antimo dua biji. Jangan makan sepapan, bisa seminggu tidurnya. Jangan kalian ikut, jangan kalian ikut merayakan malam pergantian tahun,” pesannya lugas.

UAS juga mengisahkan pengalamannya diundang ceramah di malam tahun baru. “Ustaz ayo ceramah di kampung kami ceramah, kenapa? Supaya anak kami jangan ngebut-ngebut dan bakar-bakar ayam. Yang dibakar bukan cuma ayamnya, tapi ayam tetangga juga dibakar,” kenang UAS disambut riuh jemaah yang hadir. (endra/fajar)

Bagikan berita ini:
7
3
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar