Pepen Nazaruddin Dicecar KPK soal Penunjukan Langsung Vendor Bansos Covid-19

Selasa, 22 Desember 2020 11:00

Mensos Juliari P Batubara dengan pengawalan ketat petugas di dalam mobil tahanan, Minggu (6/12/2020). Foto: JawaPos.com

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah memeriksa Direktur Jenderal (Dirjen) Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial (Kemensos), Pepen Nazaruddin pada Senin (21/12) kemarin.

Pepen diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka Mensos, Juliari Peter Batubara dalam kasus dugaan suap pengadaan Bansos wilayah Jabodetabek untuk penanganan Covid-19.

Pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK, Ali Fikri menyampaikan, penyidik lembaga antirasuah menggali keterangan terkait tahapan dan proses dilakukannya penunjukan langsung vendor pengadaan bantuan sosial (bansos). Sebab, KPK kini tengah mendalami vendor-vendor yang terlibat pengadaan bansos.

“Penyidik menggali keterangan saksi terkait tahapan dan proses dilakukannya penunjukan langsung para vendor (kontraktor) yang menyalurkan bansos untuk wilayah Jabodetabek Tahun 2020,” kata Ali dalam keterangannya, Selasa (22/12).

KPK menetapkan lima orang sebagai tersangka. Sebagai tersangka penerima suap diantaranya Juliari Peter Batubara selaku Menteri Sosial (Mensos); Matheus Joko Santoso (MJS) selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) di Kemensos, dan seorang berinisial AW. Sementara itu, sebagai pemberi suap, KPK menetapkan Aardian I M (AIM) dan Harry Sidabuke (HS) selaku pihak swasta.

KPK menduga, Juliari menerima fee sebesar Rp17 miliar dari dua periode paket sembako program bansos penanganan Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek. Penerimaan suap itu diterima dari pihak swasta dengan dimaksud untuk mendapatkan tender sembako di Kementerian Sosial RI.

Komentar