Pria Indonesia Gegerkan Dunia, Jadi Predator Seks, Korbannya Capai 206 Orang

Selasa, 22 Desember 2020 14:45

Reynhard Sinaga saat keluar dari flatnya untuk mencari mangsa (The Guardian)

Akun media sosial korban menjelaskan bagaimana Reynhard Sinaga beroperasi. Salah satunya saat korban sedang menunggu pacarnya di luar klub malam Fifth Avenue. Lalu korban didekati oleh ‘pria Asia kecil’ yang tampak tidak berbahaya. Pria itu diundang ke flat Sinaga sambil menunggu pacarnya. Setelah itu, korban tidak ingat lagi. Korban diberi suntikan cairan bening untuk diminum.

Seorang korban lain menggambarkan bahwa didekati oleh seorang pria muda Asia. Korban mengatakan ingatannya samar-samar untuk menjelaskan. Baginya, Reynhard Sinaga ‘tidak tampak seperti karakter yang menakutkan’ dan selama percakapan mereka di apartemen, Reynhard Sinaga tampaknya seperti orang yang jujur dan cerdas.

Korban mengatakan kepada pengadilan bahwa segera setelah ditawari minuman, dia tidak dapat mengingat apapun sampai pagi Setelah bangun, bingung, korban pergi dalam lima menit. Korban tak tahu telah diperkosa sampai didekati oleh polisi.

Pakai Obat GHB

Dilansir dari BBC, GHB adalah narkotika kelas C yang dilarang sebagai obat cairan atau bubuk. Tidak berwarna dan tidak berbau, biasanya dilarutkan dalam air. Efeknya menghasilkan perasaan euforia dalam dosis yang sangat kecil. Dan dalam jumlah yang sedikit lebih banyak dapat menyebabkan ketidaksadaran dan bahkan kematian.

Digunakan oleh para clubbers atau dalam upaya pelanggaran seksual. Diperkirakan ada ribuan penyalahguna harus dirawat inap di rumah sakit setiap tahun. Akan tetapi statistik tentang penyalahgunaannya masih belum terdapat data yang pasti. Antara 2007 dan 2017 lebih dari 200 kematian dikaitkan dengan obat itu. Sejak 2014 obat tersebut juga digunakan sebagai senjata pembunuhan dalam lima kasus.

Bagikan berita ini:
3
4
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar