Pria Indonesia Gegerkan Dunia, Jadi Predator Seks, Korbannya Capai 206 Orang

Selasa, 22 Desember 2020 14:45

Reynhard Sinaga saat keluar dari flatnya untuk mencari mangsa (The Guardian)

Dalam kasus Reynhard Sinaga, seorang korban yang meminum cairan itu terbangun dengan kondisi telanjang di lantai dengan perasaan mual dan panik. Sampai pada kesimpulan bahwa ia telah dibius, memberi tahu tunangannya tentang kecurigaan itu.

Laki-laki lain ingat bahwa pada satu kesempatan dia tidak dapat menggerakkan tangannya dan bisa merasakan dirinya pingsan. Di pagi hari, dia berbicara singkat dengan Reynhard Sinaga sebelum pergi.

Dalam laman Pusat Penelitian Penyalahgunaan Zat Terlarang Universitas Maryland, disebutkan GHB adalah depresan saraf pusat. GHB, juga dikenal sebagai G atau ekstasi cair. Sering ditemukan dan digunakan dalam lingkungan sosial, seperti pesta, klub, dan rave, untuk efek memabukkan, euforia, dan obat penenang.

GHB dapat mematikan ketika dikombinasikan dengan alkohol atau depresan lain. Banyak kasus pemerkosaan menggunakan obat ini. Maka juga dicap sebagai ‘obat klub’. Asosiasi ini mungkin telah mendorong pemerintah federal pada bulan Maret 2000 untuk mengklasifikasikan GHB sebagai zat yang keras. GHB yang dijual dipastikan adalah dilakukan secara ilegal.

Pengungkapan Kasus

Menurut Jaksa Penuntut Ian Rushton, Reynhard Sinaga adalah pemerkosa yang paling produktif.

Kasus tersebut awalnya terungkap dari rekaman yang ditemukan dari kamera CCTV yang menutupi blok apartemennya, ia terlihat pergi setiap malam hanya untuk kembali dengan seorang pria 60 detik kemudian.

Komentar


VIDEO TERKINI