Banjir dan Pemimpin Kita

Rabu, 23 Desember 2020 22:15
Belum ada gambar

Hasrullah

Namun, komitmen yang tinggi tidak muncul baik dalam visi-misi pemimpin kita. Kalau kota sudah banjir baru muncul ide dadakan yang cenderung sporadic dan tidak terencana. Itulah gambaran pemimpin kita di depan mata rakyat Makassar.

Tidak kalah pentingnya, Makassar sebagai Ibu Kota Provinsi Sulawesi Selatan, kita belum juga mendengar kepekaan dan empatiknya bahwa kota yang menjadi pusat jantung pemerintahan mendesak segera pemerintah Makassar atau kah menganggarkan kota makassar agar kota ini bebas banjir.

Inilah susahnya jika diotak dan pikiran, hanya memikirkan kekuasaan, bagi-bagi kekuasaan, tanpa memperhatikan apa yang sangat mendesak untuk dilaksanakan. Jangan hanya memikirkan pembangunan fhisik yang bertingkat, dan bagi-bagi proyek kepada pendukung sehingga persoalan pokok yang ada di depan mata cenderung dilupakan.

Kami yang tinggal di perumahan dosen Unhas Tamalanrea, hujan deras yang melanda 3 hari terakhirini relah menggenangi rumah kami, namun tidak ada kecepatan dan kecepatan Langkah-langkah taktis untuk segera meyakini kami sebagai rakyat biasa. Warga yang dihuni pemikir dan dosen hanya bisa berkeluh kesah di group WA tanpa ada kepedulian dari pemimpinnya.

Yang lebih parah lagi dan sudah menjadi rutinas musibah adalah rakyat kita yang bermukin di BTN Kodam di Kecamatan Biringkanaya, Perumahan antang, dan daerah Toddopuli. Rakyat yang setiap hujan deras bergelut banjir, pemimpin tidak hadir dalam keadaan ada musibah. Pemimpin kita hanya hadir pada saat Pilkada Kota Makassar dan termasuk Pilkada Gubernur.

Bagikan berita ini:
1
6
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar