Emil Salim Dorong Menkes Baru Galakkan Testing Tracing dan Treatment Perangi Covid-19

Rabu, 23 Desember 2020 13:39

Ekonom senior Emil Salim

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Presiden Jokowi resmi melantik enam menteri baru setelah hampir setahun terpilih periode kedua, Rabu (23/12/2020). Enam menteri tersebut mengisi jabatan dan mengganti posisi menteri dalam Kabinet Indonesia Maju.

Ekonom senior Emil Salim turut angkat bicara terkait sosok menteri baru Jokowi. Bagi Emil, tidaklah mudah menemukan calon menteri yg ahli di bidangnya, yang paham memisahkan professionalisme dengan politik praktis, tahu membedakan kepentingan umum dengan kepentingan pribadi dan melangkah dengan kaki tegap di jalan lurus mengabdi Tuhan Maha Kuasa.

“Personalitas menteri yang dipilih dalam Kabinet-Presidensial sekarang ini, seyogianya mencerminkan tokoh-tokoh yang dipercayai Presiden membantunya agar berhasil mengemban tugas Pres-Wapres hingga 2024, dan bukan tokoh-tokoh atau wakil partai tanpa nilai tambah yang berbobot,” ujar Emil Salim di akun Twitter pribadinya @emilsalim2010, Selasa (22/12/2020).

Mantan menteri era orde baru yang juga pernah diganjar anugerah Blue Planet Prize pada tahun 2006 dari The Asahi Glass Foundation itu menilai, pemimpin- pemimpin politik suka berdalih bahwa tujuan menghalalkan cara yan ditempuh, termasuk cara yang haram.

Sedangkan di hati rakyat hidup kesadaran yang haram itu dilarang karena memuat dosa. Sehingga kita berdosa menghalalkan yang haram demi tujuan yang halal.

“Tujuan memenangkan calon Partai dalam Pilkada. Untuk ini perlu uang. Tugas kader Partai yang jadi Menteri sama dengan manfaatkan wewenang ciptakan peluang himpun dana untuk tujuan halal menangkan Pilkada. Jika tujuan tercapai, sang Menteri = kader Partai yang berharapan,” ungkapnya.

Bagikan berita ini:
1
6
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar