Empat Perampok Bercelurit yang Sekap Tujuh Orang Sekeluarga Dibekuk

Rabu, 23 Desember 2020 08:20

DIBORGOL: Keempat tersangka saat dihadirkan dalam jumpa pers di Mapolda Jatim. (M MAHRUS/RADAR SURABAYA)

FAJAR.CO.ID, SURABAYA — Empat perampok bercelurit asal Kabupaten Lumajang dibekuk polisi. Keempat tersangka itu Sukarji Hermanto, 53, dan Saiful Anam, 38, warga Kecamatan Kunir, Kabupaten Lumajang. Dua tersangka lain, Abdul Kholik, 39, warga Candipuro, Lumajang dan Ahmad, 39, warga Pasirian, Lumajang.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengungkapkan, pengungkapan kasus pencurian kekerasan (curas) dilakukan setelah mendapat empat laporan korban asal Kabupaten Lumajang. Polisi melakukan penyelidikan lalu mengungkap kasus pencurian dengan kekerasan yang melibatkan empat tersangka.

“Mereka beraksi sejak bulan November hingga Desember. Yaitu dengan dengan cara menyekap korbannya dan mengambil barang berharga,” ujar Kombes Trunoyudo didampingi Kasubdit III Jatanras Kompol Lintar Mahardono, Senin (21/12).

Trunoyudo menyebutkan, keempat tersangka beraksi malam hari hingga menjelang subuh. Sasarannya rumah dihuni korban yang sudah usia lanjut dan jumlah penghuninya sedikit.”Tersangka menggunakan senjata tajam (sajam) jenis celurit untuk mengancam korbannya bila melawan,” sambungnya.

Tak hanya itu. Untuk memuluskan aksi perampokan para tersangka juga menyekap korban dengan cara menggunakan kaos, korden, dan sarung.

Aksi terakhir, Saiful Anam cs berhasil menyatroni rumah di kawasan Klakah, Kecamatan Randuagung, Lumajang. Mereka menyekap tujuh orang sekeluarga dan berhasil menguras barang berharga korban.

“Tidak menutup kemungkinan ada tersangka lain. Untuk penadah masih dilakukan pendalaman,” katanya.

Sementara itu, tersangka Saiful Anam mengaku beraksi selalu beraksi bersama dan berbagi peran. Sebelum merampok, para tersangka sudah mengintai rumah calon korbannya. “Saya menggunakan motor. Memilih waktu malam hingga subuh karena sepi dan korban sedang tidur,” ucap Saiful.

Dari tangan tersangka, Korps Bhayangkara menyita barang bukti empat buah celurit, satu buah teropong, dua buah batu, dua penutup wajah, empat HP, sebuah dosbook, dan sejumlah kain yang digunakan untuk menyekap korban. (rus/rek)

(sb/rus/jay/JPR)

Komentar


VIDEO TERKINI