Isu SARA Mengemuka, Hadi Ibrahim: Kebhinekaan Harga Mati Bagi Indonesia

Rabu, 23 Desember 2020 18:05

FOTO: ISTIMEWA

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Rongrongan terhadap kebhinekaan sudah demikian nyata. Inilah realitas masalah atau persoalan yang harus dihadapi Indonesia beberapa tahun terakhir.

Oleh karena itu, pemerintah bersama legislatif dan seluruh element masyarakat memiliki kewajiban untuk terus menjaga keutuhan persatuan negara kesatuan Republik Indonesia.

Hal tersebut diungkap Anggota DPRD Kota Makassar Andi Hadi Ibrahim dalam Dialog Kebangsaan dengan tema Merawat Kebhinnekaan dalam Menjaga Keutuhan Negara di Kopi Zone, Kota Makassar, Rabu (23/12/2020).

“Sosialisasi 4 pilar itu sangat penting, kalau ini digaungkan sangat jelas arah bangsa ini kemana, dan ini yang tidak ditahu teman-teman, khususnya pemuda,” tutur Hadi Ibrahim.

Sosialisasi 4 Pilar Nilai-nilai luhur itu adalah Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika dirasa sangat perlu dilakukan semua pihak. Konsep ini dipandang sangat penting bagi Indonesia dengan heterogenitasnya yang kompleks dan potensi disintegrasi yang tinggi.

“Kebhinekaan ini harga mati di Indonesia, kita memang majemuk, tidak mungkin harus sama pemikiran, tapi ingat kita ini satu jua untuk bangsa Indonesia,” tegas Politisi PKS itu.

Hadi juga menyoroti maraknya isu SARA yang berpotensi memecah belah anak bangsa. Ia menegaskan isu sensitif itu harus ditepis dan dijaga sebaik mungkin.

“Pendiri bangsa ini telah berpikir tentang kemajemukan dan jadilah Pancasila yang paling tepat untuk melindungi seluruh bangsa ini dari perpecahan dan konflik. Pancasila yang mempersatukan kita semua. Suku boleh beda, agama, ras dan partai boleh beda tapi itulah inti dari kebhinekaan. Tapi ingat kita adalah Indonesia,” pungkasnya. (endra/fajar)

Komentar