Palsukan Surat Rapid Test, Pengusaha Travel Diringkus Polisi

Rabu, 23 Desember 2020 09:49

CARA CEPAT: Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Ganis Setyoningrum menginterogasi tersangka pembuat surat tes rapid pa...

FAJAR.CO.ID, SURABAYA — Pemerintah mewajibkan masyarakat yang hendak bepergian keluar kota untuk melakukan tes rapid. Ini dimanfaatkan tiga pria untuk menyediakan surat tes rapid palsu.

Tiga tersangka akhirnya diringkus polisi, yaitu M Roib, 55, Budi, 35, dan Samsul, 46. Ketiganya warga Madura dan indekos di Jalan Kalimas Baru, Surabaya.

Tersangka Roib, pemilik travel, bertugas mencari penumpang. Sementara Samsul calo tiket. Jika Budi mendapat penumpang, ia menawarkan biaya perjalanan beserta surat keterangan rapid. Selanjutnya, calon penumpang dibawa ke Roib. Roib ini menyerahkan data ke Samsul untuk dibuatkan surat keterangan hasil rapid.

“Semua surat keterangan dibuat negatif untuk memudahkan penumpang menyeberang melalui jalur laut,” ujar Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Ganis Setyoningrum.

Dalam surat keterangan tes rapid, tersangka Samsul membuatnya sama. Bahkan, ada stempel dokter atas nama dr Nurul Hidayah. Stempel ini ternyata dibuat sendiri oleh tersangka Budi. “Bahkan, tanda tangannya juga dipalsukan. Itu tersangka sendiri yang menandatangani,” ungkap Ganis.

Hasil penyidikan diketahui tersangka Samsul membuat langsung surat tersebut. Semua dinyatakan negatif Covid-19. Tanpa melakukan tes darah atau tes lainnya layaknya rapid test. Untuk mendapatkan surat ini tersangka mematok harga Rp 100 ribu. Polisi berhasil menyita Rp 5,79 juta. “Mereka mengaku sudah beraksi sejak September lalu,” katanya.

Komentar


VIDEO TERKINI