Potensi Perikanan Dinilai Cukup Besar, Gubernur Sulsel Sayangkan Kehidupan Masyarakat Pesisir

Rabu, 23 Desember 2020 13:35

Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR– Sebagai negara maritim, potensi perikanan di Provinsi Sulawesi Selatan tidak kalah dengan pertanian. Bahkan cukup menjanjikan. Hal itu diungkapkan Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah.

Hanya saja sebagai negara yang kaya akan potensi perikanan, ia mengaku masih cukup miris melihat kehidupan masyarakat di pesisir dan pulau.

Seharusnya, kata dia, sebagai negara yang cukup menjanjikan, kehidupan masyarakat pesisir harus lebih baik.

Ia menjelaskan hal itu terjadi disebabkan banyak faktor, salah satunya minimnya teknologi penangkapan ikan nelayan, skill atau kemampuan nelayan belum maksimal, dan ketersediaan infrastruktur laut masih minim.

“Harusnya kita punya kapal bear untuk nelayan dan fiber. Saya kira dengan kita lengkapi skill para nelayan akan sangat membantu,” kata Nurdin, Rabu (23/12/2020).

Ia mengaku, selama ini pihaknya hanya fokus pada infrastruktur darat dan mengesampingkan kehidupan masyarakat di pulau. Oleh karena itu, Nurdin menyebut di akhir tahun 2020 hingga tahun 2021, pihaknya fokus pada sektor perikanan dan kehidupan masyarakat pulau.

Lebih jauh, ia menambahkan khusus di Kota Makassar salah satu wisata pulau yang banyak dikunjungi masyarakat adalah pulau Samalona, namun hingga kini infrastruktur dan alat transportasinya belum layak.

“Orang yang mau ke Samalona ini susah karena tidak ada sistem transportasi ke sana. Jadi kita mulai dari Makassar saja dulu untuk hadirkan dermaga dan transportasi,” tutupnya.

Diketahui potensi perikanan tangkap di Sulsel sebesar 620.480 ton pertahun. Berasal dari Selat Makassar kurang lebih 307.380 ton pertahun sedangkan dari Laut Flores kurang lebih 168.780 ton pertahun.

Sementara lahan budidaya laut kurang lebih 600.500 hektar dan potensi lahan tambak kurang lebih 150.000 hektar. Perikanan tangkap sebesar 298.111.6 ton dan Budidaya di air payau sebesar 1.086.154,9 ton dengan komoditas unggal yakni udang dan bandeng. (Anti/fajar)

Bagikan berita ini:
4
7
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar