Gibran Dituding Masuk Pusaran Korupsi Bansos, Eks Mensos Juliari Akhirnya Buka Suara

Kamis, 24 Desember 2020 12:47

Mantan Menteri Sosial Juliari P Batubara usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Minggu (6/12/2020). Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Menteri Sosial Juliari Batubara selama 20 hari untuk kepentingan pemeriksaan kasus korupsi dana bantuan sosial (bansos) Covid-19. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka mendadak dikait-kaitkan dengan kasus dugaan korupsi suap pengadaan bantuan sosial (bansos) Covid-19.

Dia disebut merekomendasikan agar PT Sri Rejeki Isman Tbk atau Sritex untuk pengadaan tas kain bansos.

Mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari P. Batubara yang juga sebagai tersangka dalam kasus ini akhirnya buka suara atas terseretnya nama Gibran.

Dia membantah jika Gibran terlibat dalam kasus tersebut. “Berita tidak benar. Itu tidak benar (Gibran terlibat),” ujar Juliari.

Namun, Juliari tidak merinci lebih jauh soal tersebutnya nama Gibran. Dia langsung digiring ke mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka kasus dugaan korupsi bansos.

Sebelumnya, Gibran Rakabuming Raka membantah ikut terlibat dalam korupsi bantuan sosial (bansos) Covid-19 yang menjerat eks Menteri Sosial (Mensos) Juliari Peter Batubara. Adapun Gibran disebut-sebut merekomendasikan PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) dalam pengadaan goodie bag dari bansos Covid-19.

“Sekali lagi perlu saya tekankan, saya tidak pernah memberikan rekomendasi atau ikut campur sedikitpun dalam urusan bansos,” ujar Gibran kepada JawaPos.com, Senin (21/12).

Gibran mengatakan, pihak PT Sritex juga telah memberikan klarifikasinya bahwa dirinya tidak terlibat dalam pengadaan goodie bag tersebut. “Dari pihak Sritex juga sudah memberikan klarifikasi bahwa saya tidak pernah memberikan rekomendasi,” katanya.

Komentar