Hadapi Guardiola di Semifinal, Solskjaer Kurang Pede Bahas Kans MU Juara Carabao Cup

Kamis, 24 Desember 2020 11:05

Ole Gunnar Solskjaer/AFP via Getty Images

FAJAR.CO.ID, LIVERPOOL—Manchester United lolos ke babak semifinal Carabao Cup setelah mengalahkan Everton di Goodison Park. Di empat besar, Setan Merah akan berhadapan dengan musuh sekotanya, Manchester City.

Ditanya soal peluang memenangkan kompetisi ini, Manajer MU, Ole Gunnar Solskjaer terkesan kurang percaya diri. Meski begitu, ia menegaskan anak asuhnya selalu bisa memenangi pertandingan yang mereka lakoni.

“Kami tahu bahwa ketika kami bertahan dengan baik, kami memiliki pemain untuk memenangkan pertandingan, semangat di kamp itu baik, kemenangan memberi energi dan memberi Anda dorongan, jadi kami menuju Boxing Day dengan positif,” ujarnya kepada Sky Sport.

Alih-alih membahas gelar, Solskjaer memilih mengomentari laga semifinal di mana ia akan kembali adu taktik dengan Pep Guardiola. “Semifinal terkadang lebih buruk daripada final karena ini adalah waktu terburuk untuk kalah dalam satu pertandingan dan tersingkir dari kompetisi,” jelasnya.

Terkait pertandingan kontra Everton yang dimenangi MU dengan skor 2-0 lewat gol Edinson Cavani dan Anthony Martial di menit-menit akhir, Solskjaer berkata, “Anda tidak pernah tahu apa yang akan terjadi dalam sepak bola, gol pertama selalu mengubah permainan.”

“Selama kami berada di dalam permainan, saya tahu pengganti saya bisa datang dan memberi pengaruh, Luke [ Shaw] memiliki kekuatan dan kekuatan di samping jadi kami mencoba untuk menukar dinamika permainan,” lanjutnya dikutip dari BBC Live.

Ia menyebut timnya memulai laga dengan sangat baik. “Awal yang sangat baik pada 20-25 menit pertama kami sangat baik dan seharusnya unggul dua atau tiga gol. Mereka melakukan beberapa penyelamatan bagus dan kemudian memiliki kesempatan yang bagus sebelum paruh waktu tetapi sekitar 20 menit terakhir kami bermain bagus,” ujarnya.

Solskjaer mengatakan MU menyerang dan bertahan dengan baik. “[Edinson] Cavani seharusnya mencetak tiga gol di babak pertama tetapi dia adalah seorang striker top, pergerakan, kualitas dan golnya luar biasa,” tandasnya.

Manajer Everton, Carlo Ancelotti sementara itu mengaku kecewa tersingkir dari Piala Liga Inggris. Meski demikian, ia tidak punya penyesalan.  “Kami tidak perlu menyesal karena tim tampil dengan baik, berkorban, bekerja keras dan ya kami kalah. Kami menantikan pertandingan berikutnya,” tegasnya kepada Sky Sport.

Ia mengkalim usaha timnya sudah maksimal. “Kami melakukan cukup banyak untuk menang – kinerja bagus yang kami butuhkan untuk bertahan yang kami lakukan dengan baik. Kami memiliki awal yang sulit tetapi setelah 20 menit permainan itu terkendali. Kami tidak memainkan sepak bola menyerang yang cukup tetapi kami harus bertahan dan hingga 20 menit terakhir kami melakukannya dengan baik,” jelasnya.

Ancelotti tak ragu mengakui keunggulan Setan Merah dalam permainan. “Mereka memiliki lebih banyak kontrol, kualitas yang lebih baik. Kami memiliki beberapa peluang dalam serangan balik tetapi itu adalah permainan yang kami rencanakan. Kami membiarkan posisi di lini tengah terbuka terlalu banyak dan setelah itu kualitas [Edinson] Cavani terlihat dan mencetak gol yang fantastis,” ujarnya. (amr)

Bagikan berita ini:
8
4
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar