Lima Agenda Utama Menteri Gus Yaqut, Salah Satunya Pengungsi Syiah

Kamis, 24 Desember 2020 20:43

Menag Gus Yaqut

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi melantik Menteri Agama (Menag) Gus Yaqut Cholil Qoumas menggantikan Fahcrul Razi, pada Rabu (23/12).

Sebagai kepala Menag yang mengatur segala urusan semua agama, sejumlah tugas agenda kerja pun sudah menanti pria akrab dipanggil Gus Yaqut itu.

Oleh karena itu, Direktur SETARA Eksekutif Halili Hasan meminta Ketua Umum GP Ansor itu memprioritaskan beberapa agenda kerjanya.

Pertama, kata Halili soal reformasi regulasi agama, beberapa regulasi harus ditinjau ulang dan direvisi, atau dicabut, seperti SKB Ahmadiyah mesti dicabut.

Demikian disampaikan Hasan Halili dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta, Kamis (24/12/2020).

“PBM Rumah Ibadah juga harus ditinjau ulang. Bersama Mendagri, Menag harus mendorong pencabutan produk hukum daerah yang intoleran dan iskriminatif,” jelasnya.

Kedua, inklusikan agama lokal atau Kepercayaan ke dalam Kementerian Agama sesuai hak konstitusional para penghayatnya.

“Kepercayaan masih menjadi kewenangan direktorat di bawah Kemendikbud. Kepercayaan hanya dianggap sebagai entitas kebudayaan. Sungguh diskriminatif,” tegasnya.

Padahal, lanjut Halili, Mahkamah Konsitusi (MK) sudah merekognisi eksistensi dan hak mereka sebagai warga negara sejak tahun 2016.

Menurutnya, kalau agenda ini dilakukan, tentu akan jadi warisan besar Gus Yaqut sebagai Menag.

Ketiga, fasilitasi pendirian rumah ibadah, utamanya GKI Yasmin di Kota Bogor dan HKBP Filadelfia di Kabupaten Bekasi.

Komentar


VIDEO TERKINI