Polisi Tepis Kabar FPI dan Lima Ormas Keagamaan Lainnya Dibubarkan

Kamis, 24 Desember 2020 20:35

Beredar sebuah surat Telegram (TR) yang dikeluarkan oleh Kapolri, Jenderal Idham Azis, soal pembubaran enam organisasi masyarakat (Ormas) keagamaan di Tanah Air.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Beredarnya Telegram mengatasnamakan Kapolri soal pembubaran enam Organisasi Masyarakat (Ormas) keagamaan, salah satunya Front Pembela Islam (FPI) ditepis oleh polisi.

Surat Telegram dengan nomor nomor STR/956/XII/PP.3.5.6./2020 tanggal 23 Desember 2020 itu, tidak bisa dipercaya karena tidak diketahui dari mana sumbernya dan siapa yang menyebarkan.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Ibrahim Tompo, menepis kabar itu. Dia mengarahkan awak media untuk mempertanyakan siapa penyebar telegram yang tak diketahui asal muasalnya itu.

“Dari mana sumbernya? Sumber tersebut tidak bisa dipertanggungjawabkan,” tepis Ibrahim, Kamis (24/12/2020).

“Silakan diminta statemen yang memberikannya. Maka dia bisa mempertanggungjawabkan datanya. Kalau dari jalur Humas tidak akan bisa dipertanggungjawabkan di publik,” sambung perwira tiga melati ini.

Enam Ormas keagamaan yang sempat dibubarkan di antaranya Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Aliansi Nasional Anti Syiah (Annas), Jamaah Ansarut Tauhid (JAT), Majelis Mujahidin Indonesia (MJI), Front Umat Islam (FUI), dan Front Pembela Islam (FPI).

Dalam Telegram itu, alasan dilakukan pembubaran itu sendiri berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) pengganti UU (Perpu) mengenai pembubaran Ormas.

Ternyata, kabar tersebut tidak bisa dipertanggungjawabkan. Kader FPI dan seluruh ormas lainnya pun diimbau untuk tetap tenang, terkait Telegram yang beredar tersebut. “Lebih baik info resmi yang dipublikasi,” jelas Kombes Ibrahim. (ishak/fajar)

Komentar