Radikalisme Ancaman Nyata, REPDEM Sulsel Ajak Generasi Muda Pahami Falsafah Pancasila

Kamis, 24 Desember 2020 10:36

AR Sony, Ketua Relawan Perjuangan Demokrasi (REPDEM). (Endra/Fajar)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Mengapa radikalisme menjadi ancaman sebuah negara yang berdaulat Radikalisme diartikan sebagai ideologi yang mendasar atau yang dianut penganutnya tanpa kompromi. Itu sebabnya ideologi dianggap bertentangan dengan NKRI dan Pancasila.

AR Sony, Ketua Relawan Perjuangan Demokrasi (REPDEM) Sulsel menyatakan pada dasarnya pemerintah telah punya upaya dan strategi taktis untuk menangkal radikalisme itu. Pembatasan kelompok penganut radikal misalnya yang marak terjadi dewasa ini menjadi bukti upaya pemerintah memberangus ideologi menyimpang tersebut.

“Kita memberi apresiasi setinggi-tingginya terhadap upaya tersebut. Bentuk apresiasi tersebut dengan cara ikut membantu meningkatkan kepekaan terhadap situasi yang ada sekarang karena di tengah kerawanan sosial, kita mengalami musibah nasional yakni pandemi.

Saya pikir ini adalah celah yang potensial bagi tumbuhnya radikalisme di Indonesia,” papar Sony dalam Dialog Kebangsaan dengan tema Merawat Kebhinnekaan dalam Menjaga Keutuhan Negara di Kopi Zone, Kota Makassar, Rabu (23/12/2020).

Oleh karena itu, Sony mengajak seluruh element bangsa untuk sama-sama bersinergi dengan pemerintah meningkatkan kewaspadaan atas ancaman nyata radikalisme.

“Karena itu kita harus kembali kepada nilai-nilai dasar negara ini yakni Pancasila. Tidak mungkin kita bisa menangkal ancaman itu tanpa penanaman teoritik terhadap falsafah Pancasila dalam kehidupan kita sehari-hari,” tegasnya.

Jadi, kata dia, sangat penting mensosialisasikan 4 Pilar dasar bernegara ke generasi muda demi mengidentifikasi potensi perpecahan yang ada di depan mata.

“Pemahaman Pancasila menjadi hal mutlak untuk kita dalami bersama. 4 pilar harus terus digalakkan. Bukan hanya jadi tugas MPR tapi itu tanggung jawab kita bersama demi keutuhan bangsa ini ke depan,” pungkasnya. (endra/fajar)

Komentar