Terdakwa Kasus Penipuan Investasi Perumahan, Pasutri Divonis 2 Tahun Lebih

Kamis, 24 Desember 2020 18:30

Ilustrasi pengadilan

FAJAR.CO.ID, GOWA — Majelis hakim Pengadian Negeri (PN) Sungguminasa Gowa memvonis dua terdakwa kasus penipuan investasi perumahan, Rabu (23/12/2020).

Proses persidangan dipimpin oleh Hakim Ketua Hebin Silalahi dan dua Anggota Hakim Muhammad Asri dan Sigit.

Kedua terdakwa yakni Hendrik Rudy (47) dan Rina Natalia. Pasangan suami istri (pasutri) itu divonis dua tahun tiga bulan.

“Putusan kedua terdakwa 2 tahun 3 bulan,” kata Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Gowa, Arifuddin Achmad.

Dikatakan dia, Hendrik Rudy (47) dan Rina Natalia didakwah dengan pasal 378 penipuan atau 372 penggelapan KUHPidana. Dengan tuntutan dua tahun enam bulan.

“Dakwaanya pasal 378 penipuan atau 372 penggelapan KUHPidana dengan tuntutan 2 tahun 6 bulan,” ucapnya.

Sebelumnya, Hendrik Rudy (47) dan Rina Natalia yang merupakan sepasang suami istri menjadi tersangka dengan kasus penipuan investasi perumahan.

Direktorat Kriminal Umum (Ditkrimum) Polda Sulsel yang menangani kasus tersebut telah menyerahkan kedua tersangka bersama barang bukti, serta berkas perkara kasus tersebut.

Kepala Kejaksaan Negeri Gowa, Yeni Andriani yang dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan, tempat kejadian perkara kasus penipuan tersebut terjadi di Kabupaten Gowa.

Oleh karena itu, tersangka dan barang bukti dilimpahkan kepada Kejari Gowa.

“Perkara ini perkara dari Polda, ditangani oleh jaksa kejati, (tapi) karena locus temposnya di Gowa sehingga dilimpahkan ke Gowa untuk proses persidangannya,” kata Yeni beberapa waktu lalu.

Yeni mengatakan, kedua tersangka tidak ditahan karena mereka hanya ditetapkan sebagai tahanan kota oleh Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan.

“Di penyidik tidak ditahan, di kejati tahanan kota,” bebernya.

Diketahui, kasus penipuan investasi rumah tersebut terjadi pada tahun 2018 lalu. Ketika itu korban yang bernama Widama dan Adtya diajak para tersangka untuk membangun perumahan di Barombong Tanjung Mutiara.

Para tersangka minta uang investasi masing-masing Rp1.800.000.000 dan Rp.3.600.000.000. Korban mengaku dijanji keuntungan sebesar 30 persen setiap kali penjualan satu unit rumah. (ikbal/fajar)

Komentar


VIDEO TERKINI