UAS Sebut Peringatan Hari Ibu Adalah Tradisi Kafir, Putri Gusdur Komentar Begini

Kamis, 24 Desember 2020 15:24

Ketua Jaringan Gusdurian, Alissa Wahid

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Ketua Jaringan Gusdurian, Alissa Wahid menanggapi santai video viral ceramah Ustaz Abdul Somad (UAS) yang menyebut seseorang yang merayakan Hari Ibu adalah bagian dari kafir.

Menurut Alissa, setiap orang berhak mengutarakan pendapat sepanjang tidak melanggar hak konstitusi warga negara lain, tidak melanggar martabat kemanusiaan dan kemaslahatan bersama.

“Ya nggakpapa, dia berhak atas pendapatnya. Boleh dong. Kita juga berhak atas pendapat kita, yang selalu berpijak pada prinsip al-muhafadhah ala al-qadiim as-shalih, wa akhdzu bi al-jadid al-ashlah. Memelihara tradisi yang baik dan mengambil pembaharuan yang lebih baik,” cuit putri mendiang Gus Dur itu di laman Twitternya @AlissaWahid, Rabu (23/12/2020).

“Kita tidak perlu takut terhadap perbedaan pandangan. Sepanjang tidak melanggar hak konstitusi warga negara yang lain, sepanjang tidak melanggar martabat kemanusiaan & kemaslahatan bersama, berbeda pendapat akan memperkaya. Panduan kita jelas 3 hal dasar ini,” lanjut Alissa.

Alissa menjelaskan, dalam kehidupan bernegara dan beragama tak terlepas dari tiga prinsip tersebut yakni tidak melanggar hak konstitusi warga negara lain, tidak melanggar martabat kemanusiaan dan kemaslahatan bersama. Ulama-ulama telah mengajarkan itu

“Kita juga perlu teguh, bahwa kehidupan pribadi & kehidupan publik kita dipandu 3 prinsip dasar tadi. Pak @lukmansaifuddin sering ingatkan, esensi ajaran agama ada di membangun kemaslahatan bersama & mengangkat martabat kemanusiaan. Ulama2 kita mengajarkan itu kan?” katanya.

Komentar