Misteri Tewasnya Laskar FPI, Mantan Ketum PP Muhammadiyah: Kenapa Jokowi Ogah Bentuk TGPF?

Jumat, 25 Desember 2020 15:50

Amies Rais

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Tewasnya enam anggota Front Pembela Islam (FPI) di Tol Jakarta-Cikampek KM 50 pada Senin (7/12) dini hari masih menjadi misteri siapa sebenarnya pelaku di balik yang diduga insiden baku tembak dengan aparat kepolisian itu.

Oleh karena itu, pendiri Partai Ummat Amies Rais menyatakan pentingnya pembentukan Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGPF) guna mengungkap secara terang benderang kasus diduga pembunuhan tersebut.

Kendati begitu, ia menyayangkan sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi) hingga sekarang belum masih bersikukuh dengan sikapnya tidak mau membentuk TGPF.

Mantan Ketua MPR RI itu pun mempertanyakan sikap orang nomor satu di Indonesia itu kenapa hingga sekarang tidak membentuk TGPF.

Demikian disampaikan Amien Rais berhasil dikutip Pojoksatu.id melaui akun YouTube pribadinya @Amien Rais Official_ pada Jumat (25/12/2020).

“Kenapa dan mengapa pak Jokowi tidak memberikan lampu hijau tentang pentingnya penunjukan tim TGPF itu, ini menjadi tanda tanya besar, mengapa? Yang tahu hanya Anda,” ungkapnya.

Padahal, kata Amien Rais jika Jokowi setuju membentuk Tim TGPF itu, kemudian berkoalisi dengan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) itu akan menjadi sinyal positif bagi bangsa Indonesia.

“Jika pak Jokowi membentuk Tim Independen ini dan berkoalisi dengan Komnas HAM yang dijamin independensi ini, menjadi sinyal positif bagi bangsa,” cetus Amien.

Dalam hal ini, lanjut tokoh reformasi itu, ia juga memberikan nasihat kepada tujuh anak bangsa yang bergabung dengan Komnas HAM menyelidiki kasus tragedi Tol Cikampek tersebut.

“Anda akan menjadi pahlawan Nasional yang dikenal tahun-tahun mendatang, dengan bangga, ternyata kita masih punya anak bangsa yang masih teguh yang tak bisa dibelokkan tetap membela keadilan,” tutur Amien.

Begitu juga sebaliknya, tambah mantan Ketum PP Muhammadiyah itu, jangan sampai Anda mengecewakan bangsa dengan kompromi-kompromi karena sesuatu.

“Itu jangan sampai terjadi, jadilah pahlawan, bunga-bunga bangsa, jadilah teladan buat generasi muda kita, sekarang dan masa akan datang,” tandasnya.

(Muf/Pojoksatu)

Komentar