Soal Reshuffle Kabinet, Politisi Demokrat Bela Jokowi

Jumat, 25 Desember 2020 14:59

Gus Yaqut usai resmi dilantik Presiden Jokowi sebagai Menteri Agama RI di Istana Negara, Rabu (23/12/2020). Foto BPMI Setpres

FAJAR.CO.ID,JAKARTA— Kehadiran 6 menteri baru dalam Kabinet Indonesia Maju diyakini bukan memberi jalan ke Pilpres 2024. Tapi untuk kinerja pemerintah mengatasi pandemi Covid 19.

Sekalipun, banyak pihak menyebut bahwa Presiden Jokowi tengah membentuk ‘Kabinet Capres 2024’, mengingat sejumlah tokoh yang memiliki elektabilitas tinggi untuk Pilpres berada di dalam kabinet.

Kepala Badan Komunikasi dan Strategi (Bakomstra) DPP Partai Demokrat Ossy Dermawan merasa yakin pemilihan para menteri oleh Presiden Jokowi dalam reshuffle ini bukan dalam rangka persiapan menyongsong 2024.

“Tapi dalam rangka meningkatkan kinerja pemerintah untuk mengatasi berbagai permasalahan yang timbul saat ini,” katanya kepada wartawan, Jumat (25/12).

“Utamanya krisis kesehatan dan ekonomi akibat pandemi,” sambung Staf Pribadi Presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu.

Meski demikian, pihaknya berharap dalam rangka rangka menangani krisis akibat pandemi Covid-19, Presiden Jokowi selaku kepala pemerintahan bisa memimpin para pembantunya dengan baik.

Jokowi harus tetap berada di depan dalam menghadapi krisis. Sebab bagaimanapun pemeran utama dalam pemerintah adalah Jokowi.

“A leader must be at the driving seat. Ibarat di film, para menteri ini hanya pemeran pembantu, pemeran utamanya tetap Presiden,” ujarnya.

“Dan rakyat menunggu apakah penanganan pandemi dan berbagai dampak negatifnya akan menjadi semakin membaik ke depan nanti pasca reshuffle ini,” demikian Ossy Dermawan.(rmol/pojoksatu)

Komentar