Antisipasi Kunjungan ke Bromo Membeludak, Siapkan Wisata Alternatif

SPOT MENARIK: Bromo Forest di Tosari yang apik dikunjungi wisatawan. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

FAJAR.CO.ID, TOSARI – Jumlah kunjungan ke kawasan wisata Gunung Bromo yang dipatok sesuai kuota, disikapi secara antisipatif oleh Kecamatan Tosari. Pemerintah setempat menyiapkan wisata alternatif untuk mengantisipasi membeludaknya wisatawan yang datang ke Bromo.

“Berwisata ke Bromo sudah diatur harus memesan tiket secara online. Tetapi, tidak menutup kemungkinan akan ada wisatawan lokal yang naik. Karena itu, harus diantisipasi agar tidak membeludak,” terang Camat Tosari, Kabupaten Pasuruan, Hari Hijrah.

Menurutnya, ade empat lokasi yang disiapkan sebagai wisata alternatif. Yaitu, wisata Desa Podokoyo yang menjual budaya masyarakat setempat; wisata Edelweiss, wisata Bromo Forest juga Red Flower di Kecamatan Puspo.

Hari menjelaskan, antisipasi membeludaknya wisatawan selama libur Nataru ini telah dibahas oleh para pihak. Hasilnya disepakati agar para pihak meningkatkan peran serta dalam kegiatan wisata sebagaimana tertuang dalam SOP.

Para pihak menurutnya juga bersepakat untuk mengantisipasi dan mengamankan lokasi wisata dan waktu tertentu agar tidak terjadi kerumunan. Terutama saat peak season atau long weekend.

“Jika terjadi kerumunan yang berpotensi menjadi penyebaran Covid-19, maka wisata ditutup. Sudah disepakati bersama dan ada berita acaranya,” kata Hari.

Menurut Hari, sebenarnya wisatawan sudah tau. Tetapi, pihaknya siap memandu untuk mengantisipasi membeludaknya lokasi wisata. Sehingga, tidak sampai ada kerumunan atau keramaian. (sid/hn/fun)

Komentar


KONTEN BERSPONSOR