Banyak Batalkan Reservasi Hotel karena Kewajiban Rapid Antigen

CEK SUHU: Tim Disporaparbud Kabupaten Probolinggo sidak penerapan protkes di hotel-hotel kawasan Bromo. (Foto: Arif Mashudi/Jawa Pos Radar Bromo)

FAJAR.CO.ID , PROBOLINGGO — Selama libur Natal dan tahun baru (Nataru), okupansi hotel di sekitar wisata Gunung Bromo tidak lebih dari 30 persen. Salah satu sebabnya, banyak pengunjung membatalkan reservasi mendadak karena ada kewajiban tes rapid antigen.

Seperti yang disampaikan Operational Manager Hotel Bromo Permai Dwi Purnomo. Menurutnya, okupansi atau tingkat hunian hotel selama libur Nataru tidaklah setinggi yang diharapkan. Selama sepekan ini, okupansi tidak lebih 30 persen.

Bahkan, tidak sedikit hotel yang okupansinya hanya 15 – 20 persen. Dikatakan Dwi, banyak pengunjung yang membatalkan reservasi secara mendadak. Sebabnya, pemerintah di sejumlah daerah mengharuskan tes rapid antigen bagi warga yang keluar masuk daerahnya.

”Jika tidak ada kewajiban tes rapid antigen bagi warga yang keluar masuk daerah, okupansi hotel di wilayah Bromo bisa normal. Tapi, karena ada kewajiban begitu, banyak okupansi yang turun mendadak. Mereka yang sudah reservasi online, membatalkan saat hari-H,” katanya.

Di Hotel Bromo Permai, menurut Dwi, awalnya okupansi sekitar 30 persen dari kamar yang tersedia. Namun, karena ada pembatalan mendadak, tingkat hunian hanya sekitar 20 persen.

”Sekarang tingkat huninan sekitar 20 persen, bisa jadi di bawah 20 persen. Seperti semalam ada beberapa yang cancel mendadak,” ujarnya.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata dan Budaya (Disporaparbud) Kabupaten Probolinggo Sugeng Wiyanto melalui Kabid Pariwisata Dian Cahyo membenarkan kondisi tersebut. Padahal, tiket online wisata Bromo sudah full booking.

Komentar


KONTEN BERSPONSOR