Brazil Ragu Efektivitas Vaksin Sinovac China

Sabtu, 26 Desember 2020 21:42

Ilustrasi.

fajar.co.id — Presiden Brasil, Jair Bolsonaro, meragukan tingkat efektivitas vaksin virus corona (Covid-19) CoronaVac buatan perusahaan farmasi China, Sinovac, dalam uji klinis di Sao Paulo. Dilansir Associated Press, Sabtu (26/12), pernyataan itu disampaikan Bolsonaro dalam melalui pidato Natal tahunan.

Bolsonaro mengatakan, “tingkat kemanjuran vaksin yang diuji klinis di Sao Paulo itu sangat rendah.” Namun, dia tidak merinci pernyataannya.

Dalam uji klinis vaksin CoronaVac buatan Sinovac yang dilakukan di negara bagian Sao Paulo dilaporkan tingkat kemanjurannya berada di atas 50 persen, dan di bawah 90 persen. Ambang batas itu ditetapkan oleh Lembaga Kesehatan Brasil, Anvisa.

Uji coba itu dilakukan bersama lembaga penelitian biomedis Institut Butantan. Menteri Kesehatan Brasil, Jean Gorinchteyn, membenarkan hal itu.

Akan tetapi, Institut Butantan menolak membeberkan secara rinci tingkat efikasi vaksin itu terhadap 13 ribu relawan, karena terikat kontrak dengan Sinovac. Mereka menyatakan baru akan mengungkap hasilnya pada 7 Januari 2021 mendatang.

Uji coba vaksin itu juga dilakukan di Turki, Indonesia, dan China. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan ambang batas kemanjuran vaksin setidaknya mencapai 50 persen. Namun, vaksin lain seperti buatan Pfizer/BioNTech telah mencapai kemanjuran 90 persen.

“Vaksin ini telah mencapai ambang kemanjuran yang memungkinkan kami untuk mencari izin penggunaan darurat,” ujar Direktur Butantan Institute, Dimas Covas, melansir AFP.

Komentar