Eks Caleg PDIP Harun Masiku Gagal Ditangkap

Ilustrasi: Harun Masiku (Kokoh Praba Wardani/Dok.JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Mantan calon legislatif (Caleg) PDI Perjuangan, Harun Masiku ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap kasus pengurusan pergantian antarwaktu (PAW) Anggota DPR RI periode 2019-2024. Dia bersama eks kader PDIP Saeful Bahri diduga memberikan suap kepada Wahyu Setiawan yang saat itu menjabat Komisioner KPU RI.

Dalam konferensi pers yang digelar di Gedung Merah Putih KPK pada Kamis, 9 Januari 2020, Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar menyatakan, menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam kasus pengurusan PAW Anggota DPR RI fraksi PDIP. Mereka diantaranya Wahyu Setiawan, mantan anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina, Harun Masiku dan Saeful Bahri.

Harun Masiku dan Saeful Bahri ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap. Keduanya diduga memberikan suap kepada Wahyu Setiawan senilai Rp 900 juta. Diduga uang suap tersebut diberikan agar Harun ditetapkan oleh KPU sebagai anggota DPR RI menggantikan caleg terpilih dari PDIP atas nama Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia pada Maret 2019.

Sejak ditetapkan sebagai tersangka, Harun Masiku belum diketahui keberadaannya. Namun, ketiga tersangka dalam perkara ini yakni, Wahyu Setiawan, Agustiani Tio Fridelina dan Saeful Bahri telah selesai proses penyidikan hingga ke tahap persidangan.

Wahyu dalam kasus ini pada pengadilan tingkat pertama Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada PN Jakarta Pusat divonis enam tahun penjara dan denda Rp 150 juta, subsider empat bulan kurungan. Hukuman terhadap Wahyu pun dikuatkan pada tingkat banding Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, namun hak politik Wahyu tetap tidak dicabut sesuai putusan pengadilan tingkat pertama.

Komentar


KONTEN BERSPONSOR