Marzuki Alie WA ke Mahfud Bicarakan Pesantren Habib Rizieq Shihab di Megamendung, Ini Isinya

Menko Polhukam Mahfud MD

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Lahan Pondok Pesantren Alam dan Agrokultural Markaz Syariah di Megamendung, Kabupaten Bogor, dipermasalahkan PTPN VIII.

Pondok Pesantren milik Habib Rizieq Shihab itu diminta untuk dikosongkan dalam waktu 7 hari setelah surat somasi diterima.

PTPN VIII sebagai pemegang hak guna usaha (HGU) merasa lahan 31,91 hektar itu dikuasai Rizieq Shihab tanpa izin.

Terkait hal tersebut, politisi senior Partai Demokrat Marzuki Alie mengirimkan pesan kepada Menko Polhukam Mahfud MD melalui aplikasi perpesanan Whatsapp.

Dilansir PojokSatu.id dari RMOL, dalam pesannya tersebut, Marzuki Alie memohon kepada Mahfud MD untuk berpihak pada keadilan.

Mantan Ketua DPR RI ini juga meminta agar asset milik HRS yang sangat bermanfaat bagi umat tersebut tidak turut dihabisi.

Menanggapi pesan tersebut, Mahfud MD mengucapkan terima kasih dan mengaku tidak mamahami urusan tanah tersebut.

Meski begitu, Mahfud MD berkomitmen membantu memproporsionalkan permasalah tersebut.

“Saya sendiri tak begitu paham urusan tanah itu krn tak pernah mengikuti kasusnya. Ini baru tahu juga setelah disomasi. Nanti saya bantu utk memproporsionalkannya,” jawab Mahfud.

Mendapat tanggapan tersebut, Marzuki Alie menjelaskan, bila langkah PTPN diakomodir dan dibenarkan penegak hukum maka akan banyak rakyat yang bisa dipidana karena menggunakan lahan HGU.

“Terimakasih prof, tanah HGU yang terlantar bisa digarap oleh orang lain. HGU nya bisa dibatalkan. Kalau PTPN ini diakomodir dan dibenarkan penegak hukum, maka banyak HGU yang dimiliki konglomerat dan ditelantarkan oleh pemilik hak karena dijadikan Land Bank, tidak dapat dimanfaatkan rakyat. Rakyat akan dipidana. Dan ini akan menjadi kasus besar, karena banyak rakyat yang tidak punya lahan menggarap tanah HGU yang ditelantarkan,” kata Marzuki Alie menjawab Mahfud MD.

Komentar


KONTEN BERSPONSOR