Risma Gelo

  • Bagikan

Leher botol itu pun akhirnya dia selesaikan. Lengkap dengan jembatan baru di atas Kali Mas, di dekat Kebun Binatang Surabaya itu.

Bu Risma juga sudah selesai membenahi Jalan Tunjungan yang legendaris. Setiap wali kota selalu berusaha menghidupkan Jalan Tunjungan. Membenahinya. Tapi baru Bu Risma yang menemukan bentuk paling ideal Jalan Tunjungan yang baru.

Wali kota berikutnya –yang pilihan Bu Risma sendiri– tentu punya tugas menghidupkannya. Agar pembenahan fisik itu menjadi ada artinya. Tidak lagi seperti sekarang: Jalan Tunjungan sudah cantik tapi seperti Mulan yang tidur.

Menjelang berakhirnya masa jabatan ini, Bu Risma juga membuat alun-alun Surabaya. Di pusat kota. Di sebelah Gubernuran, di Jalan Pemuda. Menurut pendapat saya, juga baru kali inilah Balai Pemuda direstorasi dengan gemilang. Menjadi alun-alun Surabaya itu.

Juga belum sepenuhnya selesai. Tapi sudah terlihat sangat menawan.

Banyak sekali perubahan besar di Surabaya. Kalau Bu Risma boleh merangkap jabatan, semua itu akan selesai tepat di hari terakhirnya sebagai wali kota.

Tapi UU tidak membolehkan itu. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa sudah menandatangani SK baru. Kemarin dulu. Isinya: mengangkat Wakil Wali kota Surabaya Whisnu Sakti Buana sebagai Plt wali kota.

Warga Surabaya pun tidak sempat menggelar acara terima kasih untuk Bu Risma –kecuali lewat sederet papan bunga di Taman Surya, di sebelah rumah dinasnyi.

  • Bagikan