Varian Baru Covid-19, Prancis Ungkap Kasus Pertama

Sabtu, 26 Desember 2020 13:23

Petugas medis dan UPAS Dishub DKI Jakarta mengevakuasi pasien manula terkonfirmasi COVID-19 dari panti di kawasan Cengka...

FAJAR.CO.ID –Seorang pria Prancis tiba dari London, baru-baru ini, dinyatakan positif terinfeksi varian baru virus corona (Covid-19).

Pria yang bersangkutan tiba dari London pada 19 Desember, dan saat ini tengah menjalani isolasi mandiri dengan kondisi yang baik.

Hal tersebut diungkapkan Kementerian Kesehatan Prancis dalam sebuah pernyataan.

Dikutip Reuters, Sabtu (26/12), otoritas setempat mengatakan kasus varian baru corona pertama ditemukan di Kota Tours.

Sebagai informasi, sebuah studi menyebut jenis baru corona hasil mutasi Inggris, VUI-202012/01, lebih menular.

Ini bisa menyebabkan tingkat rawat inap dan kematian lebih tinggi di 2021.

Melansir penelitian Centre for Mathematical Modelling of Infectious Diseases (Pusat Permodelan Matematika Penyakit Menular) di London School of Hygiene and Tropical Medicine, varian ini 56% lebih menular dibanding jenis lainnya. Bloomberg dan Medicalxpress juga menulis hal ini.

“Para peneliti, yang berfokus pada Inggris tenggara, timur dan London, mengatakan masih belum pasti apakah strain yang bermutasi itu lebih atau kurang mematikan daripada pendahulunya,” tulis penelitian itu dikutip Jumat (25/12).

“Namun demikian, peningkatan penularan kemungkinan akan menyebabkan peningkatan besar dalam insiden, dengan rawat inap dan kematian Covid-19 diproyeksikan mencapai tingkat yang lebih tinggi pada tahun 2021 daripada yang diamati pada tahun 2020.”

Peneliti juga memperingatkan pemerintah Inggris bahwa lockdown yang mereka lakukan November tidak efektif. Kecuali, sekolah dasar dan universitas juga ditutup.

“Setiap langkah pelonggaran kontrol, sementara itu, kemungkinan akan mendorong ‘kebangkitan virus secara besar-besaran’,” tulis peneliti lagi.

“Ini berarti bahwa “mungkin perlu untuk mempercepat peluncuran vaksin untuk memiliki dampak yang cukup berarti dalam menekan beban penyakit yang diakibatkannya”.

(rmol/pojokjabar)

Bagikan berita ini:
10
7
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar