Hidup Berdampingan, Covid-19 Melaju di Penghujung Tahun 2020

Minggu, 27 Desember 2020 21:52

Ketua Perhimpunan Ahli Epidemiologi Sulsel, Ridwan Amiruddin

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Tak terasa akhir tahun 2020 akan dilepas dengan beban yang cukup berat. Bagaimana tidak, tahun ini menjadi tahun yang jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Di penghujung akhir tahun, pemerintah justru mendapat kado dengan naiknya angka kasus Covid-19 yang meningkat 2 kali lipat dari bulan sebelumnya.

Selain itu, berbagai pertanyaan juga muncul, mulai dari mengapa angka kasus terus naik dan tidak sedikit, masyarakat mempertanyakan kapan pandemi berakhir.

Sayangnya pertanyaan itu relatif sulit dijawab. Kendati demikian, Ketua Perhimpunan Ahli Epidemiologi Sulsel, Ridwan Amiruddin menjelaskan secara science epidemiologi menggambarkan bahwa pertumbuhan Covid-19, baik secara global maupun nasional dapat ditinjau dari beberapa perspektif.

Pertama yakni perbedaan iklim. Menurutnya ada kecenderungan kasus Covid-19 mengalami percepatan pertumbuhan di musim hujan atau musim dingin dibanding musim kemarau atau panas.

Tidak hanya itu, ia menyebut Covid-19 juga mengalami penyebaran yang cepat di lingkungan keluarga yang padat, dengan ventilasi rumah yang buruk.

“Mutasi Covid-19 yang terus berlangsung dengan daya tular yang lebih cepat hingga 70% menjadi mimpi buruk bagi penanganan Covid-19. Meskipun belum cukup bukti tentang angka fatalitas kasusnya yang lebih tinggi atau sebaliknya,” ucapnya, Minggu (27/12/2020).

Namun, kata dia, dengan penularan yang tinggi via aerosol maka perlu pendekatan baru yang lebih agressif.

Karakter penduduk yang sulit berperilaku disiplin, lanjut Ridwan, juga turut andil dalam meningkatkan kasus Covid-19. Ia menuturkan literasi soal kesehatan masih rendah.

“Mudah mempercayai berita hoaks, kritis, temperamental dengan lokus kontrol yang rendah. Ini ciri masyarakat menengah ke bawah yang dominan. Sehingga, edukasi 3M tidak diperdulikan,” ungkapnya.

Begitupun dengan Ilusi vaksin. Ia mengatakan pola kebijakan yang sepertinya ditarik ke sumbuh kuratif dengan gencar menginformasikan tentang vaksin Covid-19. Edukasi vaksin seolah menyamarkan pentingnya program 3M yakni mencuci tangan, menjaga jarak dan menggunakan masker. (Anti/fajar)

Komentar