Pendirian Bank Syariah, Muhammadiyah Belum Ada Sikap Resmi

Minggu, 27 Desember 2020 18:38

Ilustrasi Muhammadiyah-- istimewa

FAJAR.CO.ID, YOGYAKARTA — Muhammadiyah menegaskan tidak menggelar ataupun menugaskan baik majelis, lembaga, maupun individu untuk mengadakan survey tentang pendirian Bank Syariah Muhammadiyah.

“PP Muhammadiyah tidak ada melakukan survey yang berkaitan dengan pendirian Bank Syariah Muhammadiyah,” tegas Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah Agung Danarto dalam keterangan resminya, Minggu (27/12/2020).

Kembali diingatkan Agung bahwa sikap dan pandangan resmi PP Muhammadiyah mewakili resmi Persyarikatan adalah apa yang telah dipublikasikan melalui Pernyataan PP Muhammadiyah Nomor 31/PER/I.0/A/2020 Tentang BANK SYARIAH INDONESIA UNTUK KEADILAN DAN KEMAKMURAN SELURUH RAKYAT, tanggal 7 Jumadilawal 1442 H/22 Desember 2020 M.

“Karenanya baik survey-survey maupun pernyataan-pernyataan orang perorang atau atas nama apapun, baik sebelum maupun sesudahnya, tidak mewakili dan mencerminkan sikap dan pandangan resmi Muhammadiyah sebagaimana dalam edaran resmi tersebut,” papar Agung Danarto.

Termasuk di dalamnya belum ada sikap resmi Muhammadiyah untuk mendirikan bank syariah sendiri. PP Muhammdiyah juga belum membentuk tim khusus yang berkaitan dengan masalah perbankan tersebut.

Agung berharap anggota atau para pihak di internal Muhammadiyah untuk menahan diri dan tidak melontarkan pernyataan, sikap, dan langkah sendiri-sendiri.

“Jika ada pandangan dan kontribusi pemikiran berkaitan hal tersebut mohon disampaikan terlebih dahulu melalui mekanisme organisasi,” pungkas Agung Danarto.

Wacana pendirian Bank Syariah Muhammadiyah ini pertama kali menyeruak setelah PP Muhammadiyah menyatakan akan menarik dananya di Bank Syariah Indonesia (BSI) yang merupakan hasil merger Bank Syariah Mandiri, BNI Syariah, dan BRI Syariah.