Polemik Ponpes FPI di Megamendung, Pernyataan Marzuki Alie Dikritik Politikus PSI

Minggu, 27 Desember 2020 19:39

Marzuki Alie/ist

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Mantan politisi Partai Solidaritas Islam (PSI), Dedek Prayudi menyoroti pernyataan mantan Ketua DPR Marzuki Alie yang mengimbau seorang pengguna Twitter, @eLHurryKoRn untuk mempelajari Hak Guna Usaha (HGU) tanah.

Mulanya, @eLHurryKoRn meminta penjelasan Marzuki Alie soal polemik ponpes FPI yang disebut berdiri di atas tanah PTPN tanpa persetujuan. Ia meminta Marzuki menjelaskan hukum fiqih Islam yang memperbolehkan penggunaan tanah tanpa hak.

“Soal Pesantren Rizieq Shihab, Marzuki Alie ke Mahfud MD: Mohon Aset Umat Jangan Dihabisi. TOLONG CARIKAN HUKUM FIQH ISLAM YG MEMBENARKAN PENDUDUKAN TANAH YG BUKAN HAKNYA @marzukialie_MA? DAN APA JADINYA SANTRI MEGAMENDUNG MENCARI ILMU DI TEMPAT GAK HALAL?,” tulis @eLHurryKoRn sebagaimana dilihat Fajar Indonesia Network (FIN), Minggu (27/12).

Marzuki pun membalas cuitan tersebut dengan menyarankan @eLHurryKoRn mempelajari mekanisme HGU atas tanah. Ia menekankan, apabila konglomerat menerima HGU atas tanah jutaan hektare dan ditelantarkan, maka negara ini bakal menjadi milik mereka.

“Kamu belajar dulu tentang HGU, baru ngomong. Klo konglomerat dapat HGU jutaan ha, boleh ditelantarkan, mk republik ini akan mjd milik konglomerat. Jangan asal ngeblap, silahkan anda benci, tp jamgan buat narasi soal HGU seolah menjadi benar menelantarkan lahan,” tulis Marzuki melalui akun Twitter @marzukialie_MA.

Dedek Prayudi pun mengomentari balasan Marzuki Alie tersebut. Ia memandang, Marzuki Alie telah bersikap arogan dengan meyarankan netizen tersebut untuk belajar soal HGU.

Komentar