Resmikan Dua Ikon Baru Surabaya, Tri Rismaharini Izin Pulang Kampung ke Jokowi

Minggu, 27 Desember 2020 22:29

FINISHING: Jembatan Joyoboyo yang akan diresmikan oleh Walikota Surabaya sekaligus Mensos RI Tri Rismaharini. (ABDULLAH MUNIR/RADAR SURABAYA)

FAJAR.CO.ID, SURABAYA– Menteri Sosial Tri Rismaharini mengatakan dirinya telah meminta izin ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk pulang kampung ke Surabaya guna meresmikan dua ikon baru Surabaya yang dibangun di masa pemerintahannya.

Yakni Jembatan Sawunggaling di depan Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ) dan Museum Olahraga Surabaya (MOS). Hal ini dilakukan karena dirinya masih merangkap jabatan sebagai wali kota Surabaya.

“Karena saat ini saya masih merangkap wali kota untuk sementara waktu, saya sudah izin ke presiden. Saya ingin meresmikan jembatan yang ada air mancurnya itu (Jembatan Joyoboyo, Red), sayang kalau saya nggak meresmikan itu,” ungkap Risma di Kantor Kementerian Sosial RI Jakarta.

Menurut Risma, dirinya juga akan meresmikan Museum Olahraga di Jalan Indragiri Surabaya. “Saya juga pulang untuk meresmikan museum olahraga,” ungkap Risma.

Museum yang menyimpan 232 koleksi sumbangan para atlet asli Surabaya ini sedianya akan diresmikan Risma pada 23 Desember lalu. Namun batal karena Risma dipanggil Presiden Jokowi ke Istana Negara dan ditunjuk sebagai Mensos RI yang baru.

Menurut Risma, di Museum Olahraga ini antara lain menyimpan jersey legenda bulu tangkis nasional, Rudi Hartono, dan raket milik juara Olimpiade Barcelona 1992, Alan Budikusuma.

Selain itu juga ada sepatu yang digunakan Evan Dimas saat final Piala AFC U-19 tahun 2013 hingga jersey Persebaya Divisi Utama milik Anang Ma’ruf.

Museum Olahraga yang dibangun sejak Juli lalu itu terdiri dari dua lantai. Lantai pertama memiliki luas 400 meter persegi, sedangkan lantai atas luas 200 meter persegi.

Sementara itu, masa jabatan Risma sebagai wali kota Surabaya diketahui masih tersisa hingga Februari 2021. Ia mengaku telah mendapat izin dari Presiden Jokowi untuk rangkap jabatan sebagai wali kota dan menteri sosial untuk sementara hingga ada keputusan resmi dari Kemendagri.

Di sisi lain, jabatan wali kota Surabaya sementara akan dilaksanakan oleh Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana sebagai pelaksana tugas.

Proses pergantian diatur dalam pasal 173 Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada. Ayat (4) UU No 10/2016 menyebut bahwa DPRD kabupaten/kota menyampaikan usulan pengangkatan wakil kepala daerah sebagai kepala daerah ke menteri dalam negeri lewat gubernur.

Jika dalam lima hari sejak penyampaian usulan oleh DPRD gubernur tidak meneruskan, maka mendagri berwenang untuk menetapkan wakil kepala daerah sebagai kepala daerah. Jika dalam 10 hari DPRD tidak mengajukan usul, maka gubernur yang berwenang mengajukan usulan ke mendagri.(sb/jpr/fajar)

Komentar


VIDEO TERKINI