6 Laskar FPI Tewas, Komnas HAM Temukan Ini di Lokasi Penembakan

Senin, 28 Desember 2020 14:15

VERSI POLISI: Adegan rekonstruksi penembakan laskar FPI di tol Jakarta-Cikampek. Empat laskar FPI disebut hendak merebut senjata api milik polisi. (ALI KHUMAIN/ANTARA)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menemukan sejumlah barang bukti dari lokasi penembakan enam laskar khusus pengawal Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab. Peristiwa itu terjadi di Tol Jakarta-Cikampek Km 50 pada Senin (7/12) sekitar pukul 00.30 WIB.

“Didapat proyektil peluru. Tentu bentuknya ini proyektil dan selingsong, ini didapat tim Komnas HAM di lapangan, di jalanan. Ini beberapa hal yang kami dapatkan,” kata Komisioner Komnas HAM, Amiruddin di kantor Komnas HAM, Jalan Latuharhari, Jakarta Pusat, Senin (28/12).

Selain itu, tim penyelidik Komnas HAM juga menemukan serpihan atau pecahan mobil dari lokasi kejadian. Mobil yang digunakan korban saat ini sudah diamankan di Mapolda Metro Jaya.

“Selain itu juga kita dapatkan semacam serpihan atau pecahan dari bagian mobil yang kita duga saling serempetan. Pecahan-pecahannya,” ujar Amiruddin.

Kemudian, tim penyelidik Komnas HAM juga berhasil mengamankan barang bukti berupa rekaman percakapan dan CCTV. Hal ini didapatkan setelah Komnas HAM memeriksa sejumlah pihak diantaranya Kapolda Metro Jaya, Direktur Jasa Marga hingga orang tua korban enam laskar FPI.

“Ini tentu kami dapat berkat kerjasama dari pihak yang kami mintai keterangan,” beber Amiruddin.

Seperti diketahui, terjadi bentrokan antara polisi dan laskar pengawal Rizieq Shihab di Tol Jakarta-Cikampek KM 50 pada Senin (7/12) pukul 00.30 WIB. Dalam insiden itu, polisi menembak mati enam orang laskar FPI.

Baca juga: Komnas HAM Tegaskan Tak Pernah Temukan Rumah Penyiksaan 6 Laskar FPI

Kronologi kejadian itu simpang siur. Menurut keterangan polisi, anggota Polri terpaksa menembak laskar FPI karena mendapat perlawanan dengan senjata api dan senjata tajam. Karena itu, polisi terpaksa melumpuhkan enam simpatisan FPI.

Sedangkan, menurut pihak FPI, keterangan polisi itu tidak benar. Tetapi para simpatisan FPI yang diserang polisi. Selain itu, mereka juga membantah terkait kepemilikan senjata api. (JPC)

Komentar