Banjir Masih Berpotensi Terjadi, Gubernur Sulsel Beberkan Penyebabnya

Senin, 28 Desember 2020 17:32

Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR– Banjir tahunan yang kembali melanda masyarakat di Sulawesi Selatan khususnya di Kota Makassar tentu menjadi tugas pemerintah untuk menanggulanginya.

Bagaimana tidak, puluhan rumah dan tidak sedikit warga yang memilih untuk mengungsi serta meninggalkan barang-barang mereka yang terendam banjir.

Apalagi puncak musim hujan diprediksi akan terjadi pada awal Januari 2021 mendatang.

Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah tak menampik bahwa banjir kerap menjadi masalah yang harus dituntaskan, misalnya dengan melakukan kajian secara komprehensif untuk menyelesaikan persoalan banjir di Kota Makassar.

Pengkajian tersebut, kata Nurdin, harus betul-betul diketahui salurannya dan dibuang kemana. Contoh, untuk daerah-daerah yang menjadi langganan banjir selama ini adalah daerah perumahan.

Kendati, ia tak menampik bahwa beberapa daerah perumahan memang rawan untuk tergenang seperti di Perumahan Antang dan Perumahan yang ada di Paccerakkang Makassar.

Hal itu lantaran, dulunya fungsi awal dari daerah itu adalah daerah tangkapan air. Sehingga dengan air yang ada hanya melakukan perputaran di kawasan perumahan, ditambah jika intensitas hujan tinggi, maka potensi banjir akan terjadi.

“Sebenarnya itu fungsi awalnya adalah daerah yang memang tergenang air dan daerah tangkapan seperti di Antang sama Paccerakkang,” kata Nurdin, Senin, (28/12/2020).

Oleh karena itu untuk mengatasinya, dibutuhkan wadah berupa jalan yang cocok untuk dialiri oleh air itu. “Nah kalau dia (air) tidak ada jalan, maka dia bikin jalan baru,” ungkapnya.

Lebih jauh, ia berharap kepada pemerintah daerah sebelum memberikan izin ke developer (pengembang) harus dipastikan bahwa lahan yang digunakan bukan lahan khusus daerah tangkapan.

“Kalau memang sudah daerah kubangan yang ditimbun, pasti banjir,” tutupnya. (Anti/fajar)

Bagikan berita ini:
2
5
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar