Keluhkan Pembatasan Jam Operasional, UMKM dan Hotel Merugi

Senin, 28 Desember 2020 14:19

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulsel, Anggiat Sinaga

“Saya paham kalau pemerintah mau melakukan penanganan Covid-19 tapi harusnya juga dipikirkan ekonomi masyarakatnya,” pungkasnya.

Lebih jauh, ia menambahkan bahwa terdapat kebijakan yang tumpang tindih dilingkup pemerintahan sehingga kesehatan dan ekonomi tidak berjalan seimbang.

Begitupun dengan Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulsel, Anggiat Sinaga, mengaku jelas mengalami penurunan. Namun pihaknya tak mempersoalkan hal itu, lantaran ikut membantu pemerintah dalam memutus rantai penularan Covid-19.

“PHRI jelas mendukung program pemerintah. Semoga bisa membantu memutus mata rantai Covid-19 yang sedang ganas-ganasnya,”

Anggiat juga menyebut, pihaknya semata-mata untuk membantu pemerintah agar angka kasus Covid-19 menunjukkan trend penurunan.

Sebagaimana diketahui Pemerintah Kota Makassar mengeluarkan imbauan larangan beraktivitas atau berkumpul pada jam malam. Aktivis usaha dibatasi hingga pukul 19:00 Wita.

Aturan tersebut berlaku sejak Kamis 24 Desember 2020 hingga 3 Januari 2021. (Anti/fajar)

Bagikan berita ini:
4
3
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar