Ketat di Terminal, Berdesakan ke Pesawat

Senin, 28 Desember 2020 11:45

ILUSTRASI. Suasana Bandara.TAWAKKAL/FAJAR

fajar.co.id, makassar— Protokol kesehatan cukup ketat diterapkan di dalam kawasan terminal bandara. Namun, kepatuhan pada protokol kesehatan mulai diabaikan saat hendak ke pesawat. Penumpang berdesakan di bus yang membawa ke pesawat.

Tidak semua maskapai penerbangan menggunakan fasilitas garbarata untuk menaikkan penumpang dari ruang tunggu. Beberapa di antaranya mengantar penumpang ke pesawat menggunakan bus.

Nah, di dalam bus inilah terjadi potensi penumpang berdesak-desakan. Tidak ada pengaturan jumlah penumpang atau upaya menjaga jarak.

Padahal, tidak semua penumpang melakukan tes rapid antigen maupun PCR. Sebagian besar masih menggunakan tes rapid antibodi yang tingkat akurasinya masih cukup rendah.

Stakeholder Relation Manager PT Angkasa Pura I, Iwan Risdianto mengatakan, pengetatan di bandara terus dilakukan. Terutama di momen pergantian tahun, saat ada lonjakan penumpang.

“Tekait prokes, kami tetap jalankan sesuai aturan. Jika ada calon penumpang yang positif atau reaktif, pasti tidak diizinkan terbang,” katanya.

Antisipasi lonjakan penumpang, kata Iwan, juga telah dilakukan dengan menyiapkan posko. Lokasinya di area keberangkatan. “Kami fokus di satu posko. Ukurannya besar. Kami tidak buat lebih dari satu karena alasan pandemi,” ucap dia.

Iwan menjelaskan, soal penumpang berdesak-desakan di dalam bus dari atau menuju pesawat, merupakan ranah pihak maskapai.

“Hanya yang perlu diketahui bahwa penumpang yang naik atau turun dari pesawat sudah melalui serangkaian pemeriksaan. Baik di bandara maupun saat terbang. Laju penularan bisa diminimalisasi,” katanya.

Bagikan berita ini:
2
10
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar