KPAI Sebut Mayoritas Siswa Sudah Jenuh Belajar Daring

Senin, 28 Desember 2020 13:10

Sejumlah pelajar melakukan registrasi kartu perdana untuk belajar online yang dibagikan di SMK Negeri 8 Jakarta, Kamis (3/9/2020). Nantinya, para pelajar juga akan mendapat subsidi kuota dari Kemendikbud sebesar 35 Gb per bulan. Untuk program ini, Kemendikbud mengalokasikan anggaran sebesar Rp 7,2 triliun guna memperlancar pembelajaran jarak jauh selama pandemi Covid-19. (SALMAN TOYIBI/JAWA POS)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) merilis hasil survei singkat Persepsi Peserta Didik tentang rencana pemerintah membuka pembelajaran tatap muka pada Januari 2021.

Hasilnya, Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti mengungkap sebanyak 78,17 persen dari 62.448 siswa setuju sekolah tatap muka dilaksanakan pada Januari 2021. Hasil ini ditemukan berdasarkan survei secara virtual pada 11-18 Desember 2020.

“Sebanyak 48.817 siswa atau 78,17 persen dari total responden,” tutur Retno melalui keterangan tertulis, Senin (28/12/2020).

Sementara, lanjut Retno, dari angka tersebut, sebanyak 56 persen siswa yang setuju mengaku sudah jenuh dengan pembelajaran jarak jauh dan membutuhkan variasi belajar dengan pembelajaran tatap muka. Mayoritas siswa juga mengaku kesulitan memahami materi dan melakukan praktikum selama belajar daring.

“Mayoritas responden yang menyampaikan alasan itu adalah siswa kelas 6 SD, kelas 9 SMP dan siswa kelas 12 SMA/SMK,” terangnya.

Terutama untuk praktikum dan membahas materi-materi yang sangat sulit yang tidak bisa diberikan melalui pembelajaran daring.

“Sedangkan 10 persen dari total responden, atau 6.241 siswa, tidak setuju dan 16,13 persen atau 10.078 siswa mengaku masih ragu dengan keputusan pembelajaran tatap muka,” ungkapnya kemudian.

Sebanyak 45 persen dari siswa yang menolak pembukaan sekolah khawatir dengan angka Covid-19 yang masih tinggi di daerahnya.

Komentar