Lonjakan Kasus, RS Rujukan Kewalahan Tampung Pasien

Senin, 28 Desember 2020 09:00

Petugas medis dan UPAS Dishub DKI Jakarta mengevakuasi pasien manula terkonfirmasi COVID-19 dari panti di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat, menuju Rumah Sakit Umum Khusus Duren Sawit, Jakarta Timur, Selasa (22/12) dini hari. Foto: ANTARA/HO-UPAS DKI

FAJAR.CO.ID, SURABAYA — Tingkat keterisian pasien di rumah sakit (RS) rujukan di Surabaya kembali meningkat seiring bertambahnya jumlah kasus baru Covid-19. Sejumlah rumah sakit kewalahan.

Bahkan, banyak di antaranya yang tidak bisa lagi menerima pasien karena tempat perawatan penuh

Indikasi peningkatan kasus baru Covid-19 terlihat nyata. Lonjakan kasus tersebut berdampak langsung pada beberapa rumah sakit rujukan Covid-19 di Surabaya.

Salah satunya terpantau di Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) Surabaya.

Di sana, jumlah pasien positif Covid-19 yang dirawat hingga kemarin siang (26/12) mencapai 234 orang. Terdiri atas 139 pasien laki-laki dan 95 perempuan. Itu belum termasuk pasien yang inden sekitar 40 orang.

Dengan kapasitas 350 bed di RSLI, kini tingkat ketersediaan tempat perawatan di RS yang terletak di Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) II tersebut makin tipis.

’’Memang masih tersedia. Tapi, kita mesti waspada dengan peningkatan kasus baru,’’ kata Kepala RSLI Surabaya Laksma Dr dr I Dewa Gede Nalendra Djaya Iswara kepada Jawa Pos kemarin (26/12).

Pihaknya mengakui bahwa jumlah pasien Covid-19 terus meningkat. Menurut Nalendra, tren lonjakan terjadi sejak akhir Oktober dan awal November sampai sekarang. ’’Mulai Agustus-September pasien sudah turun. Rata-rata 30 pasien. Paling banyak 60 orang,’’ tuturnya.

Pada akhir Oktober, November, sampai Desember ini, kasus baru merangkak naik. Menurut dia, banyak faktor yang memicu kenaikan kasus. Salah satunya terjadi karena adanya libur panjang.

Komentar