Mahfud MD Sebut Hantaman Kerap Menyasar Pemerintah, Umar Hasibuan: Mundur Saja Kalau…

Senin, 28 Desember 2020 21:20

Menko Polhukam Mahfud MD

Ia menyebut, hantaman tetap datang terlepas kebijakan pemerintah itu dinilai benar maupun salah.

“Masalah politik di mana ada sekelompok orang yang apa pun yang dilakukan pemerintah, entah benar, entah salah, pasti dihantam saja. Tidak ada benarnya itu, ada yang begitu,” kata Mahfud dalam sebuah diskusi KAHMI secara virtual, dikutip dari Kumparan, Senin (28/12).

Mahfud menilai hantaman tersebut berbeda dengan masa lalu yang tidak memiliki banyak pengaruh.

Perbedaan itu, kata dia, terletak pada perkembangan media sosial yang membuat hantaman tersebut berdampak terhadap pemerintahan Jokowi.

“Nah, yang dulu-dulu yang begini ada tapi tidak terlalu kuat. Sekarang kan didukung oleh medsos yang begitu masif,” kata Mahfud.

Ia mencontohkan kala dirinya mengomentari hukuman mantan menteri yang terseret kasus dugaan suap bansos Covid-19.

Dalam komentarnya, Mahfud mengaku mengutip pernyataan KPK yang tidak menuntut mantan menteri tersebut dengan ancaman hukuman mati karena tindakan suap itu dinilai tidak merugikan negara.

Namun, ia menyayangkan pernyataan tersebut lantas tidak diberitakan sebagaimana mestinya.

Pemberitaan yang beredar, kata dia, seolah-olah Mahfud menyatakan eks menteri itu tidak bisa dihukum mati.

Padahal, kata dia, dirinya hanya mengutip pernyataan KPK.

“Tetapi yang berita ditulis itu pernyataan KPK, menurut Pak Mahfud MD, koruptor para menteri yang korupsi tidak bisa dihukum mati karena dia tidak merugikan keuangan negara melainkan menerima suap. Itu kan saya ngutip dari KPK lalu itu dikatakan dari saya,” lanjutnya.

Komentar