Pahala Muda

Senin, 28 Desember 2020 08:00

Disway

Waktu itu saya juga ajak Pahala untuk bicara empat mata. Saya beritahukan padanya bahwa ia sangat layak jadi dirut Bank Mandiri. Tapi saat itu ia betul-betul masih sangat muda. “Terlalu mengejutkan,” kata saya. “Baiknya Anda sedikit sabar. Kalau prestasi Anda seperti ini terus, Anda, suatu saat, pasti bisa jadi Dirut,” kata saya.

Saat itu, saya sebenarnya melihat sedikit kekurangannya. Untuk jabatan level CEO perusahaan besar. Pahala  terlalu pendiam. Khas orang keuangan. Dan memang ia orang keuangan asli. Sejak pendidikannya di Universitas Indonesia sampai pun di lanjutannya di Amerika.

Bagi saya, posisi CEO itu juga harus bisa jadi PR terbaik bagi perusahaannya. Juga harus bisa jadi pengajar yang terbaik tentang perusahaan itu. Khususnya untuk staf dan karyawannya sendiri.

Suatu saat saya melihat Budi  Sadikin mengajar. Saya juga sempat melihat ia jadi  pembicara di depan seminar. Saya menemukan sesuatu yang ideal pada dirinya.

Maka Budi Sadikin-lah yang menjadi direktur utama Bank Mandiri. Pak Ris tetap menjadi wakil dirut. Dan Pahala tetap jadi direktur.

Belakangan saya mendengar Pahala diangkat menjadi dirut Garuda Indonesia. Saya merasa jabatan itu kurang pas baginya. Ia masih terlalu pendiam. Mungkin karena masih terlalu muda.

Baru belakangan saya lega: ia menjadi direktur utama bank BUMN –menjadi Dirut BTN. Ia seperti kembali ke habitatnya Dan jabatannya sekarang ini, wakil menteri BUMN, rasanya yang paling pas.

Bagikan berita ini:
3
7
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar