Pandemi Corona, Kasus Perceraian di Gowa Justru Menurun

Senin, 28 Desember 2020 22:50

FAJAR.CO.ID, GOWA – Angka perceraian di Kabupaten Gowa sejak awal hingga tahun 2020 ini menginjak angka 1.635 kasus. Permintaan cerai itu didominasi oleh permintaan istri atau cerai gugat.

Hal itu diungkapkan oleh Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama Gowa, Agus Salim Razak. Dia bilang, hancurnya rumah tangga itu disebabkan adalah masalah dalam rumah tangga antara suami istri, yang tak kunjung selesai.

“Didominasi cerai gugat. Totalnya mencapai 882 perkara. Sementara untuk cerai talak jumlahnya hanya 247 perkara,” jelas Agus, Senin (28/12/2020).

“Masalah Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan ekonomi juga menjadi faktor penyumbang angka perceraian terjadi di Gowa selama 2020 ini,” sambung dia.

Jika dibandingkan dengan tahun 2019 lalu, angka perceraian ini tentu berkurang. Angka perceraian yang tercatat di Pengadilan Agama pada tahun lalu itu hanya 1.789 kasus.

Ada selisih atau penurunan angka perceraian sebanyak 154 kasus antara tahun 2019 dan tahun 2020. Itu artinya, orang yang menjadi janda atau pun duda di Butta Bersejarah ini berkurang.

Penurunan angka ini, justru berbanding terbalik dengan beberapa daerah di Indonesia. Di tengah pandemi virus corona (Covid-19), angka perceraian justru meningkat.

“Terjadi penurunan. Sebab tahun 2019 lalu perkara yang masuk mencapai 1.789 perkara,” pungkasnya. (Ishak/fajar).

Bagikan berita ini:
6
8
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar