Pemkot Berlakukan Jam Malam, Pengamat : Lapangan Kerja Semakin Sulit

Senin, 28 Desember 2020 19:23

Pengamat Pemerintahan, Bastian Lubis

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pemberlakuan jam malam oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar banyak menuai kritik. Terutama pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Pengamat pemerintahan, Bastian Lubis menganggap kebijakan tersebut berpengaruh besar terhadap pengusaha kecil. Dampaknya bisa memengaruhi perputaran uang dan bisa mengakibatkan pelaku usaha tidak bisa menggaji karyawannya.

“Kebijakan jam malam bagi pedagang warung, restoran, makan cepat saji, kedai kopi di atas pukul19.00 wita ini akan berdampak langsung pada UMKM karena dagangannya sudah pasti tidak laku dan berdampak pada penggajian karyawannya,” ungkapnya Senin (28/12/2020).

Bastian menambahkan, efek dari pembatasan ini juga berdampak pada lapangan kerja yang akan semakin sulit. Utamanya bagi masyarakat kecil.

“Pembayaran cicilan hutangnya serta para konsumen yang seharusnya dapat menciptakan terjadinya multifkier efek bagi peredaran uang di masyarakat Kota Makassar jadi terganggu dan bahkan membuat semakin sulitnya lapangan kerja bagi masyarakat marjinal,” jelasnya.

Lebih jauh Bastian menuturkan, kebijakan ini dianggap tidak didasarkan kajian akademik yang matang. Baik dari segi ekonomi maupun kesehatan.

“Jam malam untuk semua aktifitas perdagangan terkhusus warung makan restoran dan pejualan di malam hari sampai pukul 19.00 wita saja ini merupakan suatu keputusan yang tidak didasarkan pada kajian akademik sehingga tidak dapat dipertanggung jawabkan, baik dari segi kesehatan apalagi dari segi ekonomi,” terangnya.

Komentar