Polri Gerebek Markas Jamaah Islamiyah, Tempat Latihan Militer Calon Pimpinan Teroris

Senin, 28 Desember 2020 14:42

Polri, Gerebek, Markas, Jamaah Islamiyah, Latihan Militer ,Calon, Pimpinan, Teroris

Para Wijayanto alias Abang alias Aji Pangestu telah divonis tujuh tahun penjara. Dia terbukti terlibat dalam sejumlah aksi teror. Yakni, Bom Bali, bom Natal, dan bom Kedubes Australia. Bahkan, dia terlibat dalam kerusuhan di Poso, Sulawesi Tengah. Dengan terungkapnya pusat pelatihan militer JI tersebut, polisi menduga Para Wijayanto sedang berupaya membangun jaringan baru JI. ”Ini pengaderan,” katanya.

JI telah meluluskan tujuh angkatan pelatihan militer dengan jumlah 96 orang. Setiap angkatan berisi 10–15 orang. Proses rekrutmen memiliki sejumlah persyaratan. Salah satunya, para kader JI yang umumnya remaja itu harus meraih ranking I hingga X di tempat belajarnya. ”Artinya, yang dipilih itu anak-anak yang cerdas,” ujarnya.

Sebab, mereka yang lulus pelatihan militer disiapkan menjadi calon pimpinan JI pada masa depan. Sebelum menjadi pimpinan JI, mereka dikirim ke Syria.

Di negara yang pernah bergejolak akibat perang antara ISIS dan sejumlah faksi tersebut, kemampuan tempur rekrutan JI itu dimatangkan. ”Pendalamannya di Syria,” terang Argo.

Pengiriman anak muda JI tersebut dilakukan pada periode 2013–2018. Pendanaannya juga telah disiapkan JI. Kelompok terlarang JI terafiliasi dengan Al Qaeda yang kini telah bereinkarnasi menjadi Jabhat Al Nusra. Kelompok tersebut merupakan musuh ISIS. Meski, di mata dunia, mereka sama-sama kelompok teroris.

Terkait dengan pendanaan JI pimpinan Para Wijayanto ini, Densus 88 juga menangkap petinggi subbidang pengorganisasi pengusaha yang berinisial AYM di Sentul pada Rabu (18/12). AYM tercatat pernah menjabat sekretaris III Aliansi Nasional Anti-Syiah Bogor. AYM bertugas mengumpulkan donasi dari para pengusaha. Hasil donasi itu diduga digunakan untuk mengirim alumnus pusat pelatihan ke Syria.

Komentar


VIDEO TERKINI