Prasyarat Pemulihan Ekonomi 2021


Oleh: Marsuki(Guru Besar FEB Unhas dan Rektor IBK Nitro)

fajar.co.id — Hingga menjelang 2021, upaya mengakhiri pandemi Covid-19 masih tanpa kepastian. Vaksin yang ditunggu-tunggu manusia seplanet, masih simpang siur informasinya. Tiba-tiba merebak kasus Covid-19 jenis baru (Supercovid) yang dianggap lebih bermasalah. Pemulihan ekonomi dan bisnis tampaknya masih sulit diprediksi arahnya.

Namun, sikap optimis perlu terus dibangun, karena hukum alam selalu berlaku. Peluang baik selalu ada di tengah turbulensi. Otoritas strategi utama perlu melakukan penyesuaian dari rencana kebijakan yang disusun sebelumnya.

Upaya itu jika tidak ingin terjebak dalam pusaran Supercovid yang diduga dapat menimbulkan masalah baru. Namun, dengan memperhatikan beberapa prasyarat kebijakan guna memitigasi persoalan yang mungkin terjadi dan target yang diharapkan.

Dari sisi otoritas moneter, BI dan OJK, prasyarat ditekankan pada kebijakan moneter dan keuangan yang bersifat “longgar dan akomodatif”. Dalam bahasa otoritas fiskal, kebijakan tersebut bersifat “Ekspansif dan Konsolidatif”.

Dampaknya, diharapkan upaya pemulihan ekonomi dapat terealisasi guna mencapai pertumbuhan ekonomi yang mensejahterakan, terciptanya stabilitas moneter, dan stabilitas sistem keuangan.

Untuk merealisasikan maksud tersebut, maka ditetapkan lima target utama yang akan disasar dari kebijakan berbasis kolaborasi atau sinergitas dari para otoritas terkait, Kelima target itu yakni, pembukaan sektor produktif dan aman; percepatan realisasi stimulus fiskal; peningkatan kredit dari sisi permintaan dan penawaran; stimulus moneter dan kebijakan makroprudensial; serta digitalisasi ekonomi dan keuangan, khususnya UMKM.

Komentar


KONTEN BERSPONSOR