Sandiaga Uno Gagas Wisata Halal, Denny Siregar: Gak Kreatif Banget

Senin, 28 Desember 2020 17:43

Sandiaga Uno.

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Wisata halal kembali ramai dibicarakan setelah Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno melakukan kunjungan kerja (kunker) perdana ke Bali. Di sana, Sandiaga membahas soal konsep wisata halal.

Penulis buku dan pegiat media sosial, Denny Siregar menilai, pembahasan soal wisata halal sangat tidak kreatif.

“Ribut lagi masalah wisata halal. Sudah 3 menteri bicara wisata halal, dan sekarang Sandiaga Uno kembali bilang gitu. Kenapa sih kok gak kreatif ? Apa ga ada ide lain selain menghalalkan wisata, seolah-olah daerah yang diwisatakan itu haram?,” cuit Denny Siregar di twitternya, Senin (28/12).

Menurut pria bernama lengkap Denny Zulfikar Siregar ini, jika hanya untuk menunjukkan tempat Ibadah dan kuliner halal, bisa menggunakan aplikasi.

“Kalau cuman mau nunjukin tempat-tempat halal untuk kuliner atau tempat ibadah buat turis Timteng di Bali misalnya, ngapain pakai konsep wisata halal segala?” ucap dia.

“Buat aja aplikasi untuk tunjukin dimana kuliner halal dan tempat ibadah. Masak ide ginian aja harus ganti 3 Menteri Pariwisata?” sambungnya.

Penulis buku ‘Tuhan dalam Secangkir Kopi’ ini mengatakan, Bali telah menyumbang 40 persen pendapatan pariwisata atau sebesar Rp100 triliun but negara. Sehingga tidak perlu dihalalkan.

“2018 Bali sumbang 40 persen pendapatan pariwisata, atau Rp 100 triliun buat Indonesia. Ga usah dihalalin segala. Mending Sandi Uno fokus besarkan wisata di daerah-daerah yang kurang promosi dengan konsep wisata budaya. Turis itu tergantung apa yang disajikan, bukan pakai agama,” katanya.

Sebelumnya, Sandiaga Uno mengatakan isu-isu yang berpotensi memecah belah atau membuat kontra produktif di media sosial, tidak perlu. Seperti isu wisata halal yang diperdebatkan.

“Seperti perdebatan yang salah kaprah menurut pak Luhut (Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan), di perdebatan media sosial mengenai pariwisata berbasis religi atau berbasis spiritual dan pariwisata berbasis halal atau syariah (wisata halal), itu sangat tidak perlu,” kata Sandiaga, Ahad (27/2) kemarin.

Dia mengajak semua pihak bergandengan tangan, memastikan bahwa pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif bisa menjadi lokomotif dalam membuka lapangan kerja seluas-luasnya. Hal itu dia sampaikan usai bertemu dengan Luhut. (dal/fin).

Bagikan berita ini:
3
6
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar